PPP dan Golkar Pecah, PAN Waspadai Penyusup

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional(PAN) Hatta Rajasa  diapit (ki-ka) Ketua umum Gerindra, Suhardi, Ketua Dewan Pembina PAN Amien Rais dan Wakil Ketua Umum PAN Drajat Wibowo mengangkat tangannya dalam deklarasi Capres-cawapres di Rapat kerja Nasional PAN 2014 di Jakarta (14/5). TEMPO/Seto Wardhana.

    Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional(PAN) Hatta Rajasa diapit (ki-ka) Ketua umum Gerindra, Suhardi, Ketua Dewan Pembina PAN Amien Rais dan Wakil Ketua Umum PAN Drajat Wibowo mengangkat tangannya dalam deklarasi Capres-cawapres di Rapat kerja Nasional PAN 2014 di Jakarta (14/5). TEMPO/Seto Wardhana.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional, Saleh Partaonan Daulay, mengajak para kader PAN mewaspadai campur tangan pihak luar terhadap pelaksanaan kongres. "Harus waspada karena ada indikasi itu," ujar Saleh ketika dihubungi, Sabtu, 27 Desember 2014.

    Rencananya PAN menggelar kongres di Bali pada Maret 2015 untuk memilih ketua umum. Hingga kini, baru dua nama yang muncul menjadi calon ketua umum, yakni inkumben Hatta Rajasa dan Zulkifli Hasan. (Baca: Kongres PAN, Hatta Rajasa Maju Lagi)

    Menurut Saleh, kewaspadaan ini bercermin dari pengalaman Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Golkar. Dua partai penyokong Koalisi Merah Putih itu kini terbelah akibat konflik elit. "Di luar PAN sudah terbukti dan kami tidak ingin itu terjadi di PAN," katanya. (Baca: Kongres PAN, Kubu Zulkifli Hasan Klaim 400 Suara)

    Saleh menilai intervensi itu dilakukan oleh mereka yang berkepentingan dengan soliditas Koalisi pendukung Prabowo. Intervensi itu dilakukan secara halus, tak muncul ke permukaan siapa aktor-aktor di belakangnya. "Sikap PAN jelas, sampai hari ini ada di KMP. Sikap itu akan dinilai kembali oleh peserta kongres," ujarnya. (Baca: Kubu Zulkifli Janji PAN Tetap di Koalisi Prabowo)

    Saleh berharap, siapapun yang berkompetisi dalam bursa pemilihan ketua umum sama-sama bisa menjaga soliditas partai. "Sejauh ini partai kami solid. Yang maju jadi calon ketua umum sudah seperti saudara. Jadi tidak perlu ada yang dipertentangkan," ujarnya. (Baca juga: Dukung Perpu Pilkada, PAN Emoh Dicap Pengkhianat)

    RIKY FERDIANTO

    Topik terhangat:

    Banjir | Natal dan Tahun Baru | 10 Tahun Tsunami | ISIS | Susi Pudjiastuti

    Berita terpopuler lainnya:
    Jokowi: Minta Apa pun Saya Beri, Asal Swasembada
    Memperkosa, Petugas Bandara Terancam 12 Tahun Bui
    Reaksi Jokowi Soal Namanya yang Dicatut Gajah 
    Tanggul Lapindo Jebol, Ical Liburan ke Eropa


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Riuh di Panggung, Riuh di Cyber

    Di dunia maya, adu cuitan dan status jauh lebih ramai antara pendukung dan juru bicara kedua kubu.