Pansel Hakim MK Rekrut Franz Magnis & Buya Syafii  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Todung Mulya Lubis. TEMPO/Imam Sukamto

    Todung Mulya Lubis. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Tim Panitia Seleksi Hakim Konstitusi, Todung Mulya Lubis, mengatakan timnya bakal menambah tiga pewawancara tamu untuk memberikan pertanyaan kepada lima calon hakim konstitusi. Rencananya, ketiga tokoh ini akan memberikan pertanyaan dalam sesi wawancara tahap kedua yang digelar pada 30 Desember 2014. Ketiga tokoh tersebut adalah Syafii Maarif, Franz Magnis Suseno, dan Karlina Supelli. 

    "Kami masih menunggu kesediaan mereka. Apalagi ini, kan, masuk musim liburan," kata Todung saat ditemui di kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, pada Jumat petang, 26 Desember 2014. (Baca: Panitia Seleksi Hakim MK Coret Hamdan Zoelva)

    Serangkaian ujian calon hakim konstitusi antara lain tes kesehatan pada 29 Desember 2014 di RSPAD Gatot Subroto. Selanjutnya, pada 4-5 Januari 2015, Pansel akan melakukan rapat final untuk memutuskan satu nama yang akan diserahkan kepada Presiden Joko Widodo. Berikut ini nama calon hakim konstitusi yang lolos seleksi wawancara tahap pertama. (Baca: Alasan Hamdan Zoelva Mundur dari Seleksi Hakim MK)

    1. I Dewa Gede Palguna (Dosen Hukum Tata Negara di Fakultas Hukum Universitas Udayana)
    2. Imam Anshori Saleh (Komisioner Komisi Yudisial)
    3. Yuliandri (Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Andalas)
    4. Aidul Fitriaciada Azhari (Dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta)
    5. Indra Perwira (Dosen Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran)

    MUHAMMAD MUHYIDDIN | MOYANG KASIH DEWIMERDEKA

    Terpopuler:
    Jokowi: Minta Apa pun Saya Beri, Asal Swasembada
    Golongan Listrik Ini Tak Disubsidi, Per 1 Januari
    Tahun Baru, Penginapan di Telaga Sarangan Penuh
    Libur Natal, Penggunaan Listrik Turun Drastis


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.