Dituduh KPK Hambat Menteri Susi, Ini Reaksi TNI  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti meninggalkan gedung KPK, Jakarta, Rabu, 3 Desember 2014. Susi datang untuk melaporkan harta kekayaannya dan berkoordinasi mengenai pencurian ikan di perairan Indonesia. TEMPO/Eko Siswono

    Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti meninggalkan gedung KPK, Jakarta, Rabu, 3 Desember 2014. Susi datang untuk melaporkan harta kekayaannya dan berkoordinasi mengenai pencurian ikan di perairan Indonesia. TEMPO/Eko Siswono

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Pusat Penerangan Tentara Nasional Indonesia Mayor Jenderal Fuad Basya membantah tudingan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad yang menyebut lembaganya menghambat Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam memberantas pencurian ikan. Jusru, menurut Fuad, lembaganya yang paling berperan dalam pemberantasan pencurian ikan di perairan Indonesia.

    "Dasar argumen dia (Samad) apa menilai kami sebagai penghalang. Faktanya, kami ini pelaku utama dalam menindak pencurian ikan," kata Fuad saat dihubungi Tempo, Kamis malam, 25 Desember 2014. "Kami juga sudah bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korups, dan justru mereka malah mendukung apa yang kami kerjakan." (Baca: Menteri Susi Minta KPK Bantu Basmi Maling Ikan)

    Fuad menuturkan lambatnya penegakan hukum terhadap pelaku pencurian ikan sebenarnya bukan kesalahan institusinya. "Melainkan lamanya proses hukum berkekuatan tetap, sehingga kadang kami juga bingung jika ingin menenggelamkan kapal asing yang terbukti mencuri ikan," ujarya. (Baca: KPK: Tiga Lembaga ini Tak Dukung Menteri Susi)

    Dia berharap presiden menerbitkan peraturan presiden turunan dari Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan. Isinya antara lain percepatan penegakan proses hukum dan eksekusi penenggelaman kapal serta hukuman yang setimpal bagi para pencuri ikan. "Supaya kami bersama Badan Keamanan Laut, Polri, dan Kejaksaan Agung bisa segera melakukan tanpa dituding menghalangi pemberantasan pencurian ikan," tuturnya.

    Sebelumnya, Ketua KPK Abraham Samad menyebut tiga lembaga negara yang menghalangi upaya Kementerian Kelautan dan Perikanan memberantas pencurian ikan. Tiga lembaga itu adalah Tentara Nasional Indonesia, Polri, dan Kejaksaan Agung. (Baca: 4 Rencana Menteri Susi yang Berantakan)

    REZA ADITYA



    Baca Berita Terpopuler
    Keliling Gereja, Aher Ucapkan Selamat Natal
    Menteri Pariwisata Target 10 Juta Wisman di 2015
    Penunggak Pajak Dicekal, Termasuk Bos Epiwalk
    Mabuk Lem, Anak Dicambuk Ibunya hingga Tewas
    Jokowi Batal Pimpin Peringatan 10 Tahun Tsunami
    Kebenaran Penembak Osama bin Laden, Diragukan
    Bensin Oktan 88 Tak Akan Dihapus
    Tahun Baru, Hotel di Tiga Kota Ini Penuh
    5 Pernyataan Kontroversial Paus Fransiskus |
    Pemerintah Akan Tambah Dana Desa Dalam APBN P 2015


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.