Seknas Jokowi: Sofyan Basyir Terlibat Korupsi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dirut BRI , Sofyan Basyir. TEMPO/Seto Wardhana

    Dirut BRI , Sofyan Basyir. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretariat Nasional Jokowi, elemen masyarakat pendukung Jokowi dalam pemilihan presiden lalu, meragukan integritas Sofyan Basyir, calon Direktur Utama PT PLN. (Baca: Jelang RUPS PLN, Sofyan Basyir Muncul di BUMN)

    Seknas Jokowi menyatakan Sofyan Basyir pernah terlibat dalam kasus korupsi alat pengering gabah di Bank Bukopin. Dalam pernyataannya yang diterima Tempo, Seknas Jokowi menyatakan kasus ini terjadi pada tahun 2008. (Baca: Sofyan Basyir Disebut Calon Kuat Bos PLN)

    Hingga kini, penyelesaian kasus tersebut masih menggantung di Kejaksaan Agung. "Saat itu, Sofyan Basyir menjabat sebagai Dirut Bank Bukopin," kata Ketua Umum Seknas Jokowi, M. Yamin, di Jakarta, Selasa, 23 Desember 2014. (Baca: Bos Baru PLN Ditentukan Hari Ini)

    Menurut Yamin, integritas Sofyan Basyir semakin diragukan karena ia tidak hanya tersangkut korupsi soal alat pengering gabah. "Ada sejumlah hal yang membuat kami meragukan integritasnya," kata Yamin.

    SUNUDYANTORO

    Baca berita lainnya:
    Film Karya Sutradara Indonesia Masuk Radar Oscar
    Menteri Jonan Marah Gara-gara Harga Tiket

    Bima Arya Segel Gereja, Ini Respons GKI Yasmin

    Kenapa Visi Susi Lebih Jelas Dibanding Puan

    Jokowi Talangi Utang Ical , 'Tak Semudah Sulap'  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.