Jokowi: Megawati Pemenang Pertarungan Politik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri berbincang  dengan Presiden terpilih Jokowi dalam pembubaran Tim kampanye nasional Jokowi-JK di Jakarta, 29 Agustus 2014. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri berbincang dengan Presiden terpilih Jokowi dalam pembubaran Tim kampanye nasional Jokowi-JK di Jakarta, 29 Agustus 2014. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Momen Hari Ibu Nasional pada 22 Desember kemarin tidak dilewatkan Presiden Joko Widodo untuk turut menulis kesan soal kaum ibu. Dalam laman resmi fans page Facebook-nya, Ir H Joko Widodo, Jokowi memuji sosok Megawati sebagai satu contoh wanita yang terlibat dalam gerakan politik dan jadi penentu sejarah republik. (Baca: Kesan Yenny Wahid terhadap Ibu Cerewet dan Kolot)

    "Terbukti Ibu Megawati mampu memenangkan pertarungan-pertarungan politiknya ketika politik menjadi amat berwajah laki-laki yang ganas. Sejarah membuktikan Perempuan bisa menjadi pemimpin kuat dalam organisasi politik, juga menjadi negarawan," kata Jokowi dalam status yang ia tulis kemarin, 22 Desember 2014. (Baca: Penampakan Surga Dunia Menurut Jokowi)

    Menurut Jokowi, peran aktif kaum perempuan di Indonesia mulai muncul setelah masa kemerdekaan. Pada masa Sukarno, Jokowi menilai kaum perempuan amat aktif dalam kegiatan politik. Namun, setelah memasuki masa Soeharto, kaum perempuan direduksi dalam ruang domestik dan dijauhkan dalam penyelesaian persoalan nasional. (Baca: Tempat Spesial Jokowi untuk Peringati Hari Ibu)

    Menurut Presiden ketujuh RI ini, keberhasilan perempuan dalam ruang publik harus dibarengi dengan perhatian terhadap hak-hak kaum perempuan dalam pembangunan manusia Indonesia. Jokowi melanjutkan, fundamen yang pertama kali mesti dibangun adalah kesejahteraan perempuan. (Baca: Busyro: Lindungi Ibu dengan Harta yang Halal)

    Kesejahteraan tersebut meliputi faktor kesehatan, seperti bagaimana negara mampu secara efektif menyediakan pelayanan kesehatan bagi perempuan hamil dan memberikan pelayanan kesehatan bagi bayi-bayi yang dilahirkan. "Negara harus mampu menyediakan akses itu, karena itulah akses paling fundamental dalam pembangunan kemanusiaan, karena kita mulai membangun manusia dari titik nol," tulis Jokowi. (Baca juga: Hari Ibu, Menteri Lukman: Al-Ummu Madrasatul Ula)

    AISHA SHAIDRA

    Terpopuler
    Ahok Makan Babi, Ibu-ibu di NTT 'Klepek-klepek' 
    Terungkap, Bapak dari Anak Jessica Iskandar 
    Hadapi Pencuri Ikan, Jokowi Andalkan Panglima Baru 
    Penampakan Surga Dunia Menurut Jokowi



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.