Jokowi Janjikan Eva Bande Bebas di Hari Ibu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Eva Bande. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Eva Bande. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta -Jakarta - Aktivis lingkungan asal Sulawesi Tengah, Eva Susanti Hanafi Bande, mendapat grasi dari Presiden Joko Widodo.  Keputusan Presiden terkait grasi itu sudah ditandatangani Jokowi pada 19 Desember lalu.

    Ihwal pemberian grasi ini, sebelumnya dijanjikan Jokowi pada peringatan  Hari HAM se-Dunia, 9 Desember lalu di Yogyakarta. Ketika itu  Jokowi menyatakan   Eva Bande bakal bertemu keluarga sebelum peringatan Hari Ibu, 22 Desember 2014 (baca juga: Harapan Aktivis HAM dari Balik Jeruji kepada Jokowi).

    "Grasi ini adalah keajaiban. Saya sebagai aktivis lokal yang membawa isu lokal. Namun Jokowi tetap memenuhi janjinya," kata Eva Bande  saat konferesi pers di kantor Wahana Lingkungan Hidup, Jakarta Selatan, Ahad, 21 Desember 2014.

    Eva menganggap hal itu sebagai komitmen Jokowi menyelesaikan konflik agraria di daerah-daerah seluruh Indonesia. Konflik ini, kata dia, sudah begitu akut bahkan banyak ratusan aktivis mengalami kekerasan dan dikriminalisasikan. "Saya belum melihat keseriusan menyelesaikan konflik ini di pemerintahan sebelumnya,"  kata ibu tiga anak ini.

    Jokowi rencananya akan menyerahkan Keppres Grasi itu secara simbolis kepada Eva dalam peringatan Hari Ibu di Ciracas, Jakarta Timur, Senin, 22 Desember 2014. 

    Eva Bande dikenal sebagai aktivis yang kerap memperjuangkan hak petani di Sulawesi Tengah. Ia ditahan pada 15 Mei 2010 lalu karena dianggap sebagai penghasut para petani dalam unjuk rasa di Desa Bumi Harapan, Kecamatan Toili Barat, Banggai, Sulwesi Tengah, yang berujung pembakaran aset PT Kurnia Luwuk Sejati.

    PT Kurnia adalah perusahaan milik pengusaha lokal bernama Murad Husain. Perusahaan itu bergerak di bidang perkebunan sawit dan menggunakan lahan seluas 2.600 hektare. Para petani menilai perusahaan itu telah mencaplok area hutan Suaka Margasatwa Bangkiriang dan mengubahnya menjadi perkebunan sawit. Selain hutan, perusahaan juga menggusur lahan adat milik masyarakat Tau Taa Wana.

    INDRI MAULIDAR

    Berita lain:
    3 Dalih Pemerintah Jokowi Talangi Utang Lapindo
    'Kalau Lapindo Salah, Kamu Pikir Jokowi Mau' 
    Alasan TNI AL Tak Penuhi Permintaan Menteri Susi



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarif Baru Ojek Online di Tiap Zonasi yang Berlaku 18 Juni 2019

    Kementerian Perhubungan telah menetapkan tarif baru ojek online berdasarkan pembagian zona. Kemehub mengefektifkan regulasi itu pada 18 Juni 2019.