Susi Kesal Jutaan Ton Ikan Dirampok Tiap Tahun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti tiba di kawasan konservasi hutan bakau, Tongke-tongke, Kecamatan Sinjai Timur, Sulawesi Selatan, 16 Desember 2014. Susi mengunjungi kawasan konservasi hutan bakau hasil kerja swadaya masyarakat setempat. TEMPO/Iqbal Lubis

    Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti tiba di kawasan konservasi hutan bakau, Tongke-tongke, Kecamatan Sinjai Timur, Sulawesi Selatan, 16 Desember 2014. Susi mengunjungi kawasan konservasi hutan bakau hasil kerja swadaya masyarakat setempat. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan setiap tahun Indonesia kehilangan 3 juta ton akibat pencurian. Karena itu, Susi tak menghitung untung-rugi dalam menentukan biaya pengawasan di perairan Indonesia.

    "Kita setiap tahun dirampok, jangan hitung untung atau rugi," kata Susi di kantornya, Kamis, 18 Desember 2014. (Baca: Berlindung Sepekan, Susi Minta Kapal Vietnam Pergi.)

    Menurut Susi, biaya patroli kapal senilai ratusan juta tidak ada artinya jika dibandingkan dengan kerugian akibat pencurian ikan yang mencapai ratusan triliun rupiah. Susi menghitung ada kerugian negara Rp 300 triliun per tahun, sedangkan biaya patroli "hanya" Rp 100 juta. "It is nothing," ujar Susi.

    Karena itu, kata Susi, dia juga melibatkan berbagai pihak dalam pengawasan laut. Untuk mendapatkan hasil survei perairan, Susi meminta bantuan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut. Meski kapal TNI sekali jalan menghabiskan 18 ribu liter solar, Susi tetap meminta survei itu berlangsung. "Tetap kita lakukan karena demi kedaulatan," ucap Susi. (Baca :Intai 13 Kapal Asing, Menteri Susi Tunggu Aksi TNI).

    Namun Susi mengaku kesulitan menggenjot pendapatan nelayan lokal hingga Rp 300 triliun atau setara dengan jumlah ikan yang dicuri. Sebab, kemampuan kapal lokal masih terbatas. "Tapi lebih baik ikan ada di tengah laut atau di pantai agar bisa ditangkap nelayan, daripada kita miskin," kata Susi.

    TRI SUSANTO SETIAWAN

    Berita Terpopuler
    Tertinggal Pesawat, Dhani: Pilot Garuda Kampret
    JK Ketua Umum PMI, Titiek: Saya Tetap Menang 
    Kisah Ahok dan Keluarga Saat Diancam Preman Pluit 
    Rupiah Jeblok, SBY Bela Jokowi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?