Megawati Ketemu Kim Jong Il, Sampaikan Pesan Korsel dan Amerika

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Pyongyang:Presiden Megawati Soekarnoputri menyampaikan pesan Korea Selatan dan Amerika Serikat dalam pembicaraan empat mata dengan pemimpin Korea Utara Marsekal Kim Jong Il, Jumat (29/3) sekitar pukul 10 pagi. Pertemuan itu terjadi setelah kunjungan mendadak Kim ke tempat penginapan Presiden Megawati Soekarnoputri di Wisma Negara Paekhwawon, Pyongyang. Kendati belum ada penjelasan resmi tentang hasil pertemuan, namun agenda pembicaraan tersebut telah diungkap sebelumnya oleh Presiden Megawati dalam jumpa pers Rabu lalu. Ia menyatakan kunjungan itu untuk menyampaikan pesan Presiden Korea Selatan Kim Dae-jung yang menginginkan “ngobrol persahabatan” dengan pemerintah Korea Utara. Bahkan, jelas seorang pejabat tinggi Indonesia, pemerintah Amerika Serikat pun telah menitipkan pesan. Meski menolak mengungkap isinya, namun diduga berupa bujukan Amerika agar pemerintah Korea Utara membuka kembali pintu dialog berkaitan keamanan di Asia Pasifik. Dugaan itu semakin kuat dengan menyimak sambutan Presiden Megawati kepada Presiden Presidium Majelis Tertinggi Rakyat Korea Utara, King Yong Nam, dalam acara jamuan makan malam. Presiden menawarkan jasa Indonesia untuk menjadi mediator. “Apabila diperlukan, sebagaimana mestinya seorang saudara dan sahabat, dengan rendah hati kami bersedia, dalam batas kemampuan kami, melakukan langkah-langkah yang memungkinkan berhasilnya dialog tersebut,” kata Presiden Megawati dalam sambutan selama satu jam itu. Dialog Korea Utara dengan Korea Selatan dan Amerika Serikat terputus sejak tahun lalu karena konflik Pyongyang dan Washington. Akibatnya, terjadi peningkatan ketegangan di Semenanjung Korea yang mengancam keamanan kawasan Asia Pasifik. Pasalnya, Korea Utara diduga memiliki bom atom dan peluru kendali balistik Rodong 1 yang mampu menjatuhkan hulu ledaknya sejauh 6000 km. Pagi ini delegasi Indonesia meninggalkan Pyongyang menuju Seoul, Korea Selatan. Presiden Megawati direncanakan bertemu dengan Presiden Kim Dae-jung, antara lain, untuk menjelaskan hasil pertemuannya dengan Marsekal Kim Jong Il. (Bambang Harymurti – Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bandingkan Ledakan di Beirut dengan Bom Atom Hiroshima Nagasaki

    Pemerintah Lebanon meyakini ledakan di Beirut disebabkan 2.750 ton amonium nitrat. Banyak orang membandingkannya dengan bon atom Hiroshima Nagasaki.