Jokowi Teken Keppres Pemberhentian Busyro  

Reporter

Busyro Muqoddas, pria berumur 62 tahun ini mengakhiri jabatannya di KPK lewat keputusan Keputusan Presiden Nomor dengan 33 / P Tahun 2011 tentang Masa Jabatan Komisioner KPK. Dalam perjumpaan terakhirnya di gedung KPK 16 Desember 2014. TEMPO/Eko Siswono Toyudho.

TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto mengatakan Presiden Joko Widodo sudah menandatangani keputusan presiden (keppres) tentang pemberhentian Busyro Muqoddas sebagai komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi. Menurut Andi, kedatangannya bersama Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly hari ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi bertujuan memastikan fungsi komisi antirasuah tetap berjalan. (Baca juga: Tanpa Busyro, Trimedya Percaya KPK Solid)

"Kami ke KPK untuk menginformasikan bahwa Presiden sudah menandatangani keppres pemberhentian Pak Busyro," kata Andi di KPK, Kamis, 18 Desember 2014. (Baca juga: Mulai 16 Desember, Busyro Tak Lagi di KPK)

Menurut Andi, kedatangan mereka diterima langsung oleh Ketua KPK Abraham Samad. Andi mengatakan Laoly memastikan fungsi KPK bakal tetap normal walau Busyro tak ada. "Katanya karena sistemnya sudah berjalan," ujar Andi. "Mekanisme pengambilan keputusan KPK bersifat kolegial, berdasarkan alat bukti, bukan seperti politik yang memakai sistem pemungutan suara." (Baca juga: Busyro: Hari Antikorupsi Milik Orang yang Sadar)

Andi menyebutkan KPK meminta Jokowi menunda penetapan pimpinan KPK pengganti Busyro. "Dilakukan saja berbarengan dengan pergantian empat pimpinan lainnya," katanya. "Kami akan menyampaikan keinginan KPK ini ke Presiden." (Baca juga: Pilih Busyro atau Robby, Begini Kebiasaan DPR)

Pemerintah, kata Andi, siap membentuk panitia seleksi calon pimpinan KPK pada April atau Mei 2015 untuk menyiapkan pengganti empat pimpinan KPK yang bakal berakhir masa jabatannya.

Adapun Laoly mengatakan Jokowi sebenarnya sudah setuju dengan keinginan KPK. Tapi seleksi calon pengganti Busyro ini tetap harus dilakukan karena presiden sebelumnya, Susilo Bambang Yudhoyono, membentuk panitia seleksi. "Ya, mungkin ada pertimbangan presiden ketika itu," ujar Andi.

Per 16 Desember 2014, Busyro Muqoddas tak lagi menjadi komisioner KPK karena masa jabatannya habis. Maka, KPK cuma dipimpin empat orang, yaitu Abraham Samad, Bambang Widjojanto, Adnan Pandu Praja, dan Zulkarnain. Busyro mengikuti lagi seleksi calon pimpinan KPK dan sudah lolos ke tahap terakhir.

MUHAMAD RIZKI

Berita lainnya:
Imam Prasodjo Ucapkan Innalillahi... pada KPK
Begini Pembubaran Nonton Film Senyap di AJI Yogya
Ah Poong Sentul Bogor Disegel
3 Persamaan Heboh Acara Anang dan Raffi Ahmad






Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Melorot, Peneliti Sebut Komitmen Pemerintah Lemah

11 jam lalu

Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Melorot, Peneliti Sebut Komitmen Pemerintah Lemah

Melorotnya angka Indeks Persepsi Korupsi Indonesia dinilai sebagai cerminan lemahnya komitmen pemberantasan korupsi dari pemerintah.


Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Merosot, TII Singgung Lemahnya Penegakan Hukum

12 jam lalu

Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Merosot, TII Singgung Lemahnya Penegakan Hukum

TII menilai lemahnya penegakan hukum menjadi salah satu penyebab menurunnya indeks persepsi korupsi Indonesia.


KPK Dalami Peran Lukas Enembe Dalam Penentuan Pemenang Tender Proyek di Papua

13 jam lalu

KPK Dalami Peran Lukas Enembe Dalam Penentuan Pemenang Tender Proyek di Papua

KPK memeriksa dua saksi untuk mendalami peran Lukas Enembe dalam penentuan pemenang tender proyek di Papua.


Kasus Suap Pengurusan Perkara di MA, KPK Panggil Tiga Staf Gazalba Saleh

17 jam lalu

Kasus Suap Pengurusan Perkara di MA, KPK Panggil Tiga Staf Gazalba Saleh

Ali Fikri menyebut KPK telah memanggil sejumlah staf hakim agung Gazalba Saleh sebagai saksi di kasus suap pengurusan perkara di MA


Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Anjlok di 2022, KPK Ungkap Susahnya Pencegahan

1 hari lalu

Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Anjlok di 2022, KPK Ungkap Susahnya Pencegahan

Kata KPK, kalau nilai indeks persepsi korupsi 34 ini adalah buah dari kita yang merasa nyaman dengan kondisi sekarang tanpa terobosan.


Indeks Persepsi Korupsi Indonesia pada 2022 Melorot 4 Poin, TII: Drastis Sejak Reformasi

1 hari lalu

Indeks Persepsi Korupsi Indonesia pada 2022 Melorot 4 Poin, TII: Drastis Sejak Reformasi

Transparency International Indonesia menyebut penurunan Indeks Persepsi Korupsi pada 2022 merupakan jumlah paling drastis sejak era reformasi.


Lukas Enembe Diperiksa KPK, Kuasa Hukum Sebut Dicecar Soal Nama Pengusaha dan Hasil Kekayaan

1 hari lalu

Lukas Enembe Diperiksa KPK, Kuasa Hukum Sebut Dicecar Soal Nama Pengusaha dan Hasil Kekayaan

Kuasa Hukum, Lukas Enembe Petrus Bala Pattyona, mengatakan kliennya ditanyai sejumlah pertanyaan termasuk mengkonfirmasi sejumlah nama pengusaha


KPK Periksa Kembali Lukas Enembe untuk Tanyakan Barang Bukti

1 hari lalu

KPK Periksa Kembali Lukas Enembe untuk Tanyakan Barang Bukti

Lukas Enembe menjadi tersangka dalam kasus suap sejumlah proyek pembangunan di Papua.


Nama Said Aqil Disebut di Sidang Kasus Unila, Sekretaris SAS Institute: Beliau Subyek Korban

1 hari lalu

Nama Said Aqil Disebut di Sidang Kasus Unila, Sekretaris SAS Institute: Beliau Subyek Korban

Sekretaris Eksekutif Said Aqil Siroj Institute, Abi Rekso menyatakan Said Aqil menjadi subjek korban dalam praktik korupsi di Unila.


Ini Alasan KPK Menambah Personel dari Kepolisian

1 hari lalu

Ini Alasan KPK Menambah Personel dari Kepolisian

Sebanyak 15 orang personel Polri bergabung dengan KPK sebagai penyidik. Mereka telah menjalani serangkaian tahapan seleksi