JK Walk Out, Titiek: Ngambek atau Mau Bobok?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota DPR terpilih dari Partai Golkar Titiek Soeharto, tiba menghadiri Pelantikan dan Sumpah Jabatan Anggota MPR-DPR-DPD di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Selatan, Rabu, 1 Oktober 2014. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Anggota DPR terpilih dari Partai Golkar Titiek Soeharto, tiba menghadiri Pelantikan dan Sumpah Jabatan Anggota MPR-DPR-DPD di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Selatan, Rabu, 1 Oktober 2014. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Golkar Siti Hediyati Heriyadi atau Titiek Soeharto tak mengira Wakil Presiden Jusuf Kalla meninggalkan ruang Musyawarah Nasional Palang Merah Indonesia (PMI).

    Titiek mengaku tak tahu alasan mantan Ketua PMI tersebut. "Mungkin capek, mau bobok di kamar atas," kata Titiek di Hotel Millenium, Jakarta Pusat, Rabu, 17 Desember 2014. Sesaat sebelum meninggalkan ruangan, kata Titiek, JK sempat mengatakan lima menit lagi akan keluar ruangan. Namun JK tak menyertakan alasannya. (Baca: Bersaing dengan JK, Titiek Minta Maaf)

    Benar saja, tak sampai dua menit setelah percakapan tersebut, JK langsung berdiri dan ngeloyor meninggalkan munas. Raut wajahnya terlihat lelah dan muram. Saat ditanya wartawan, JK bungkam. Dia hanya melambaikan tangan dan tersenyum tipis. (Baca: 'Titiek Soeharto Tak Pantas Jadi Ketua PMI')

    Titiek bingung dan menduga, apakah JK ngambek? "Tapi, ngambek karena apa, ya?" ujar Titiek. (Baca: Desember, Jusuf Kalla Mundur dari PMI)

    Menurut salah satu asisten, Yadi, JK sangat lelah karena menghadiri banyak acara sejak subuh. "Ini tadi baru dari Surabaya, langsung ke sini. Sekarang mau langsung pulang, besok masih banyak agenda lagi," ujar Yadi. (Baca: Datangi PMI, Jusuf Kalla Pamit karena Jadi Wapres)

    Sikap JK tak mempengaruhi proses penjaringan calon Ketua Umum PMI. Pimpinan sidang memberikan kesempatan kepada peserta setiap daerah untuk memberikan suaranya. Setelah penjaringan, pengesahan calon ketua umum dilaksanakan. Kemudian, ada pandangan pokok pikiran dari setiap calon. "Nah, saya belum tahu kalau tidak ada Pak JK, gimana prosedurnya. Apa mau diubah atau gimana," ujar Titiek. (Baca juga: Alat Cuci Darah Gratis PMI Surakarta Mangkrak)

    DEWI SUCI RAHAYU

    Topik terhangat:

    Longsor Banjarnegara | Teror Australia | Pembatasan Motor | Susi Pudjiastuti

    Berita terpopuler lainnya:
    Imam Prasodjo Ucapkan Innalillahi... pada KPK
    Beda Cara Jokowi dan SBY Meredam Rupiah Jeblok 
    Gara-gara Ahok, Pengusaha Rugi Rp 190 Triliun 
    Ah Poong Sentul Bogor Disegel


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.