Longsor di Lereng Wilis Akibat Pengeprasan Bukit

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Longsor akibat aktivitas lereng Pegunungan Wilis. TEMPO/ ISHOMUDDIN

    Longsor akibat aktivitas lereng Pegunungan Wilis. TEMPO/ ISHOMUDDIN

    TEMPO.CO, Kediri--Lima dari enam keluarga korban longsor di lereng Gunung Wilis, Kabupaten Kediri memilih bertahan di rumah mereka. Longsor yang menimpa enam rumah ini diakibatkan perilaku masyarakat yang mengepras bukit menjadi perukiman.

    Juru bicara Pemerintah Kabupaten Kediri Haris Setiawan mengatakan dari enam rumah yang tertimpa reruntuhan material tanah di Desa Blimbing, Kecamatan Mojo hanya satu ruma saja yang bersedia mengungsi. Itu pun hanya berpindah tempat tinggal sementara ke rumah saudaranya di kawasan yang lebih rendah. "Lainnya memilih bertahan di rumah dengan kondisi sebagian rusak," kata Haris, Rabu, 17 Desember 2014.

    Pegawai Kecamatan Mojo dan aparat Komando Rayon Militer Mojo terus memantau korban yang enggan mengungsi ini untuk melakukan evakuasi jika sewaktu-waktu turun hujan lebat. Sebab sejak kemarin hingga sekarang curah hujan di kawasan lereng Gunung Wilis cukup deras. Hal ini sangat membahayakan warga yang masih bertahan di rumah mereka. (Berita lainnya: Data Terakhir, 79 Tewas Akibat Longsor di Banjarnegara)

    Haris menambahkan, kawasan rawan yang berada di lereng bukit itu hanya terdapat enam rumah saja. Mereka adalah warga setempat yang memangkas pinggiran bukit menjadi tempat hunian. Perilaku inilah yang memicu terjadinya longsor sepanjang 100 meter di kawasan itu. "Risikonya, jika hujan mereka harus mengungsi ke tempat lebih rendah," kata Haris.

    Misni, salah satu warga korban longsor  menolak mengungsi dengan alasan tidak punya rumah lain. Meski merasa was-was, mereka tak punya pilihan selain bertahan. "Kecuali disediakan rumah pengganti," kata Misni. (Lihat pula: 25 Ribu Hektare Lahan di Lamongan Rawan Longsor  )

    Sebelumnya pada Selasa malam kemarin sebanyak enam rumah diterjang longsor. Tak ada korban jiwa maupun luka dalam musibah itu. Pemerintah Kediri mencatat ada 10 desa rawan longsor dengan intensitas tertinggi di lereng Gunung Wilis.

    HARI TRI WASONO

    Berita Terpopuler:
    Wajah Ical Lenyap dari Markas Golkar 
    Strategi Jokowi Atasi Pelemahan Rupiah
    Beda Cara Jokowi dan SBY Meredam Rupiah Jeblok 
    KPK Geledah Kemenhut, Pegawai Malah Tidur 
    Imam Prasodjo Ucapkan Innalillahi... pada KPK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.