Begini Hasil Audit Kurikulum 2013  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang guru merapikan buku kurikulum 2013 yang dikembalikan murid kepada pihak sekolah di SMPN 56, Jeruk Purut, Jakarta, 15 September 2014. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    Seorang guru merapikan buku kurikulum 2013 yang dikembalikan murid kepada pihak sekolah di SMPN 56, Jeruk Purut, Jakarta, 15 September 2014. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Jakarta - Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Haryono Umar mengatakan sudah selesai melakukan audit terhadap pelaksanaan Kurikulum 2013. "Kami mendapat banyak keluhan tentang Kurikulum 2013. Paling banyak tentang kekurangan buku bagi para siswa dan guru," kata Haryono, Selasa, 16 Desember 2014.

    Menurut Haryono, belum adanya buku membuat mereka sulit belajar. Hasil audit lain adalah banyak guru yang kurang paham implementasi Kurikulum 2013. Ada pula kebingungan para guru tentang penilaian yang diberikan untuk para murid. (Baca:Komisi X DPR Minta Kurikulum 2013 Jalan Terus )

    Haryono mengatakan audit dilakukan dengan mengumpulkan informasi dari beberapa sampel sekolah di daerah maupun kota. "Tidak semua sekolah, tapi kami lakukan audit di 33 provinsi di Indonesia," kata Haryono.

    Menurut dia, informasi yang saat ini dilaporkan kepada Menteri Anies masih diberikan secara umum. Hal ini karena waktu pelaksanaan audit yang sangat singkat, hanya sepekan saja. Ia sendiri mengaku sudah melaporkan hasil auditnya itu kepada menteri Anies pada Selasa pagi, 16 Desember 2014. (Baca: Menteri Anies ke Nuh: Don't Take It Personally )

    Haryono mengatakan akan melakukan audit lanjutan dengan membentuk tim investigasi. "Agar auditnya lebih mendalam," katanya. Secara khusus Haryono akan melakukan investigasi terhadap dua hal utama, yaitu pengadaan buku dan pelatihan guru. " Anggaran yang diperlukan untuk itu sangat banyak. Bayangkan, ada 2 juta guru yang perlu dilatih," katanya.

    Haryono  hanya membentuk satu tim yang terdiri dari 5 orang untuk melakukan investigasi. Waktu pastinya pun belum diberikannya. "Kita lakukan bertahap, 10 hari pertama, kalau kurang waktunya ditambah lagi," kata Haryono.

    MITRA TARIGAN

    Baca juga:
    Jokowi Panjat Menara Intai Perbatasan di Sebatik

    Beda Gaya Jokowi dan SBY di Sebatik 

    Mengapa Menteri Susi Ngotot ke Sinjai Hari Ini?
    Ahok: Kalau Tak Dilarang, Saya Bisa Hafal Al-Quran

    Pasek Tantang SBY, Ruhut: Jangan Ngomong, Doang!  




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setelah Wabah Virus Corona, Pemerintah Kini Waspadai Flu Babi

    Di tengah wabah virus corona, pemerintah Indonesia kini mewaspadai temuan strain baru flu babi. Flu itu pertama kali disinggung pada 29 Juni 2020.