Ke Sebatik, Jokowi Cek Perbatasan INA-Malaysia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (tengah) didampingi Wapres Jusuf Kalla (kanan) menyimak laporan Ketua Asosiasi Pemerintahan Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) yang juga Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (kiri) di Istana Bogor, Jabar,  24 November 2014. ANTARA/Andika Wahyu

    Presiden Jokowi (tengah) didampingi Wapres Jusuf Kalla (kanan) menyimak laporan Ketua Asosiasi Pemerintahan Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) yang juga Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (kiri) di Istana Bogor, Jabar, 24 November 2014. ANTARA/Andika Wahyu

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo pagi ini terbang ke Sebatik untuk meninjau patok batas Indonesia dan Malaysia. Jokowi terbang ke Sebatik dari Nunukan, Kalimantan Utara.

    "Presiden tiba di Nunukan setelah dari Tarakan menggunakan CN 295 TNI AU. Setelah mendarat di Nunukan langsung terbang ke Sebatik dengan helikopter Super Puma TNI AU," kata Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto kepada Tempo, Selasa, 16 Desember 2014. (Baca: Jokowi Ajak Investor Korsel Lirik Luar Jawa)

    Saat meninjau perbatasan, Jokowi didampingi oleh Iriana Widodo, Menteri Koordinator Kemaritiman Indroyono Soesilo, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Kepala Staf Angkatan Darat Letjen Budiman, dan Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie.

    Andi mengatakan di perbatasan, Jokowi akan meninjau infrastruktur perbatasan, komunikasi perbatasan, dan pengamanan perbatasan. (Baca: Jokowi dan Ahok Akan Hadiri HUT NTT)

    Kemarin, Jokowi melakukan patroli maritim dari pesawat Boeing 737 Intai Maritim TNI AU. Jokowi memantau pergerakan kapal di Laut Sulawesi. Dari pesawat itu, bisa dilihat pergerakan kapal-kapal yang melintas di perairan Indonesia. Menko Kemaritiman Indroyono Soesilo ikut dalam patroli dari udara tersebut.

    ANANDA TERESIA

    Berita lain:
    MU Taklukkan Liverpool 3-0
    Mourinho Tembus Batas 400 Poin di Liga Inggris
    Maria Londa Incar Emas di POM ASEAN Palembang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.