Rini Soemarno Mau Jual Gedung BUMN ke Ahok  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN, Rini M. Soemarno di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

    Menteri BUMN, Rini M. Soemarno di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno berniat menjual gedung kantor kementeriannya di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta. Rini tengah mempertimbangkan rencana itu untuk memangkas pengeluaran Kementerian BUMN untuk biaya operasional.

    “Enggak fair dong kalau saya menekankan bagaimana setiap BUMN harus efisien menekankan cost efficiency, sementara Kementerian enggak melakukan efisiensi. Kan sama saja bohong,” kata dia di kantornya, Senin, 15 Desember 2014. (Baca: BPK Kritik Rangkap Jabatan Direksi BUMN)

    Rini mengungkapkan bekas kantor pusat PT Garuda Indonesia itu terlalu besar untuk kementeriannya. Gedung setinggi 22 lantai itu hanya ditempati 250 orang karyawan.

    Rini mengaku menawarkan gedung itu ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. “Saya tawarkan ke Pak Ahok,” kata dia. “Gedung ini tidak boleh dilepas ke swasta”. (Baca: Kenapa BUMN Dilarang Garap Konstruksi Rp 30 M?)

    Dia mengatakan sudah membicarakan rencana penjualan gedung tersebut kepada Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro. Gagasan penjualan gedung itu disebutnya telah mendapat persetujuan Menteri Keuangan untuk dijual kepada institusi pemerintah.

    Rini berencana menggunakan gedung milik perusahaan pelat merah lainnya untuk disewa. “Nanti kami cari saja BUMN mana yang gedungnya banyak. Kalau perlu nebeng di sana,” katanya.

    NURIMANJAYABUANA

    Berita Terpopuler
    Gugatan Ditolak, Untag Banding atas Unair
    Heboh Miss World 2014, Siapa Juaranya?
    15 Daerah Dapat Transmigrasi Award 2014
    Nadia Mulya: Buka Kasus Century!

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.