Longsor Banjarnegara, 5 Menit yang Menenggelamkan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas SAR bersama warga mengevakauasi jenasah Chamim warga Karangkobar, Banjarnegara, Jawa Tengah, 13 Desember 2014. Tempo/Budi Purwanto

    Sejumlah petugas SAR bersama warga mengevakauasi jenasah Chamim warga Karangkobar, Banjarnegara, Jawa Tengah, 13 Desember 2014. Tempo/Budi Purwanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Jumat petang bakda magrib, 12 Desember 2014, Ruinati keluar dari rumahnya hendak mengikuti pengajian di musala. Kebetulan cuaca cerah.

    Beberapa langkah dari teras rumahnya, perempuan 50 tahun itu mendengar suara gemuruh dari sebelah barat rumahnya. Saat ia menoleh ke arah barat, didapatinya puncak bukit Telaga Lele luruh menimpa Dukuh Jemblung yang berada tepat di lereng bukit. (Baca: Ini Kegiatan Jokowi di Lokasi Longsor Banjarnegara)

    Dari depan rumahnya yang berjarak kurang dari satu kilometer dari puncak bukit, Ruinati dengan jelas menyaksikan luruhnya bukit hanya dalam waktu lima menit. "Seperti pasir diturunkan dari truk," ujarnya kepada Tempo, Ahad, 14 Desember 2014.

    Dalam waktu sekejap itu pula, Runiati tak lagi menyaksikan kuncup-kuncup rumah di Dukuh Jemblung, Karangkobar, Banjanegara, itu. "Semua tertutup tanah". (Baca: Longsor Banjarnegara, Jokowi Fokus Urus Evakuasi)

    Ya, hanya dalam waktu lima menit, dukuh seluas 25 hektare dengan 35 rumah dan 55 kepala keluarga, lenyap. Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat 88 korban dinyatakan masih tertimbun, 20 mayat telah ditemukan serta 15 orang luka-luka.

    Menurut Khotimah, 25 tahun, salah satu korban yang selamat, dirinya tak menduga akan terjadi longsor, karena saat kejadian, cuaca cerah. "Gerimis ringan hanya terjadi di pagi hari, sebentar," ujarnya.

    Namun dalam sekejap, aliran lumpur material longsoran menyergapnya hingga setinggi dada. Beruntung perempuan yang sedang hamil ini mampu menyelamatkan diri, lari ke jalan raya tak jauh dari rumahnya. Namun ia kehilangan tujuh keluarganya, termasuk suami dan anaknya. (Baca: Longsor Banjarnegara, Jokowi Fokus Urus Evakuasi)

    Dari pantauan Tempo, tertutupnya jalan raya yang menghubungkan Pekalongan-Banjarnegara oleh material longsoran bukit menunjukkan dahsyatnya longsor.

    Puncak bukit longsor menerjang perkampungan, menutup dasar sungai kecil, lalu melompat ke badan jalan dengan ketinggian sekitar 50 meter dari sungai. Beberapa korban yang diketemukan merupakan warga yang tengah melintas di jalan.

    SOHIRIN

    Baca berita lainnya:
    Pramugari AirAsia Disiram Air Panas, Ini Sebabnya
    Tutut Minta Putusan Arbitrase TPI Dibatalkan

    Mereka yang Terpilih, Tokoh Tempo 2014

    Prabowo Disebut Pernah ke Kantor Gubernur Fahrurrozi

    Tagar Tentang Jokowi Paling Cepat Tersebar di 2014


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.