Blusukan ke Pasar, Djarot Masuk Kedai Kopi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, berkunjung ke kantor redaksi Tempo, Kebayoran, Jakarta, 5 Desember 2014. Kedatangan Djarot Saiful ini untuk berdiskusi mengenai permasalahan yang dihadapi Jakarta sebelum ia resmi dilantik. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, berkunjung ke kantor redaksi Tempo, Kebayoran, Jakarta, 5 Desember 2014. Kedatangan Djarot Saiful ini untuk berdiskusi mengenai permasalahan yang dihadapi Jakarta sebelum ia resmi dilantik. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta- Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat blusukan ke Pasar Santa, Jakarta Selatan. Dia ditemani Ketua DPRD Prasetyo Edimarsudi serta istri dan dua anaknya.

    Djarot tiba di sini disambut oleh pengurus Asosiasi Pasar Santa. Dia langsung berkeliling pasar yang belakangan ini mulai terkenal sebagai tempat nongkrong anak muda. (Tugas Pertama Djarot Saat Jadi Wakil Ahok)

    Dia memulai blusukannya dari Lantai 2 pasar tempat kios-kios makanan alias food court berada. Setiap ada kios yang menarik perhatiannya, dia akan berhenti untuk melihat-lihat.

    Pertama, dia berhenti di sebuah kios yang menjual pakaian seperti t-shirt dan kemeja khas anak muda. "Ini bagus ini," ujarnya Sabtu 13 Desember 2014. Dia memilih sebuah polo shirt berwarna merah menyala. Mantan Bupati Blitar ini pun langsung memakai baju yang baru dibelinya seharga Rp 150ribu. (Pelantikan Djarot Tertunda Gara-gara Jokowi)

    Lepas dari sana, Djarot melanjutkan blusukannya ke sebuah toko buku. Dia memborong sebanyak 6 buku. Salah satunya adalah Merebut Ruang Kota karya Purnawan Basundiro. Pedagang di toko tersebut mengatakan bahwa buku-buku yang dijualnya adalah buku-buku bertema bagus namun kurang diminati di toko buku besar.

    Djarot sempat mencetak foto negatif saat dia naik haji. "Ini foto waktu saya naik haji," ujarnya. Dia pun mampir ke sebuah kedai kopi milik orang asing bernama Beer and Co. "Come...come," ajak orang asing itu. Djarot pun datang dan diberi segelas minuman. Setelah diyakinkan minuman itu halal, Djarot meminumnya sekali teguk sampai habis. "Wah langsung kenyang saya," ujarnya. (PDIP Berharap Djarot dan Ahok Kompak)

    Djarot pun sempat berhenti di salah satu toko jahit untuk membuat PDH dan PDL sebanyak 2 pasang. "Ini buat pakaian dinas saya. Baju saya kan ada di Blitar," kata dia.

    Setelah puas blusukan, Djarot menyampaikan apresiasinya terhadap ide membuat pasar menjadi tempat nongkrong anak muda ini. "Ini salah satu contoh yang bisa ditiru oleh yang lain," kata dia. (Koalisi Prabowo Apresiasi Djarot Mau Komunikasi)

    Melakukan revitalisasi pasar merupakan salah satu program yang akan dilaksanakannya saat mendampingi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. "Pasar-pasar akan direvitalisasi dan tematis," kata dia. Menurut dia, tidak semua pasar akan dibuat seperti ini. "Akan disesuaikan dengan karakteristik pasarnya."

    Djarot akan dilantik menjadi Wakil Gubernur DKI pada 18 Desember 2014 mendatang. Ia akan dilantik langsung oleh Ahok di Balai Kota. Kader PDI Perjuangan ini akhirnya terpilih setelah Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyetujuinya.

    NINIS CHAIRUNNISA

    Baca berita lainnya:
    Beri Jalan ke Jokowi, Sultan Yogya Dipuji Habis

    Jokowi Ancam Pencuri Ikan, Ini Respons Thailand

    Diajak Ikut Iringan Jokowi, Apa Kata Sultan Yogya?

    Refly dan Todung Seleksi Hakim MK, Jokowi Diprotes

    Cerita Ahok Saat Kaca Spionnya Dicoleng


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.