Air Bersih Langka Usai Longsor Banjarnegara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Personel SAR dan TAGANA melakukan pencarian korban longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara, Jawa Tengah, Sabtu, 13 Desember 2014. ANTARA/Idhad Zakaria

    Personel SAR dan TAGANA melakukan pencarian korban longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara, Jawa Tengah, Sabtu, 13 Desember 2014. ANTARA/Idhad Zakaria

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Relawan yang mengevakuasi korban bencana longsor di Dusun Jemblungan, Desa Sampang, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, mengaku kesulitan mencari air bersih pasca peristiwa longsor yang terjadi pada Jumat petang, 12 Desember 2014. (Baca: Jokowi Kunjungi Lokasi Longsor Banjarnegara Besok

    "Sambungan listrik masih mati dan sumber air tertutup material longsoran," kata Koordinator Relawan dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banjarnegara, Awaluddin, kepada Tempo, Sabtu sore, 13 Desember 2014.

    Kebutuhan air itu terutama untuk pemulsaran jenazah yang tak jauh dari lokasi kejadian. "Agar langsung bisa didoakan dan dimakamkan," kata Awaluddin yang menerjunkan 75 relawan gabungan Gerakan Pemuda Ansor dan Barisan Serbaguna (Banser) itu.

    Relawan berharap ada bantuan pompa air sedikitnya dua unit untuk menarik air dari sungai yang melintasi lokasi longsor itu. Sebab, pada Sabtu ini pencarian terpaksa dihentikan pada sore hari karena hujan lebat yang berpotensi memicu longsor susulan. (Baca: 100 Tertimbun, Warga Lain Mengungsi)

    Data yang dirilis oleh Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan sedikitnya 17 korban tewas ditemukan akibat longsor itu. Namun para relawan mengatakan data korban tewas khususnya di permukiman bisa mencapai 53 orang.

    PRIBADI WICAKSONO

    Baca juga:
    Film "Senyap" Bak 'Pucuk Dicinta, Ulam Tiba'
    Rela Mati dengan Menolak Kemoterapi Demi Anak
    Dandim Banjarnegara: Waspadai Longsor Susulan
    100 Tertimbun, Warga Lain Mengungsi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.