Pengungsi Banjarnegara Butuh Selimut dan Baju Bayi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Parno (39) korban selamat bencana tanah longsor mendapatkan perawatan di Pusesmas Karangkobar, Banjarnegara, Jawa Tengah, 13 Desember 2014. Ia merupakan satu dari 15 korban selamat akibat tanah longsor di Dusun Jemblung, Banjarnegara. ANTARA/Idhad Zakaria

    Parno (39) korban selamat bencana tanah longsor mendapatkan perawatan di Pusesmas Karangkobar, Banjarnegara, Jawa Tengah, 13 Desember 2014. Ia merupakan satu dari 15 korban selamat akibat tanah longsor di Dusun Jemblung, Banjarnegara. ANTARA/Idhad Zakaria

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Pasca longsor hebat di Dusun Jemblungan, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah pada Jumat petang,  12 Desember 2014, warga dari sejumlah desa turut mengungsi di beberapa titik pengungsian. Warga yang mengungsi khawatir munculnya longsor susulan dan ikut menjadi korban.(Baca:Ini Nama 7 Korban Tewas Longsor Banjarnegara)

    Informasi yang dihimpun Tempo, dua titik pengungsian paling banyak menampung warga desa adalah Kantor Kecamatan Karangkobar dan Banjarmangu. "Pengungsi terus bertambah karena hujan masih terjadi dan warga sekitar khawatir," kata Sekretaris PMI Banjarnegara Ferryanto kepada Tempo pada Sabtu,  13 Desember 2014.(Baca:Cuaca Buruk, BNPB Hentikan Evakuasi Korban Longsor)

    Ferry belum bisa merinci data pengungsi longsor. Sebab, titik pengungsian juga bertambah dan menyebar guna menampung warga.  Dari Palang Merah Indonesia  Banjarnegara  telah membuka dua posko bantuan di dua kecamatan, yakni Karangkobar dan Wanayasa.(Baca:Baru 17 Korban Tewas Ditemukan, Evakuasi Dihentikan)

    "Di tiap titik posko sudah kami buka dapur umum, tapi logistik dan sejumlah perlengkapan dasar bagi pengungsi masih butuh banyak," kata Ferry. Warga desa sekitar longsoran itu memilih segera mengungsi karena dikabarkan tanah sekitar longsoran masih labil dan bergerak.  "Jadi banyak yang tak membawa apa-apa langsung ke pengungsian," kata dia.(Baca:100 Tertimbun, Warga Lain Mengungsi)

    Kebutuhan yang diperkirakan paling banyak untuk pengungsi terutama selimut, baju anak atau bayi, dan juga pembalut wanita. "Untuk logistik makanan kami juga masih menerima di tiap posko jika disalurkan langsung," kata dia.

    PRIBADI WICAKSONO

    Baca juga:
    Percetakan Tunggu Kepastian dari Menteri Anies
    Mereka yang Terpilih, Tokoh Tempo 2014
    Sudah Sebulan, Harga Cabe di Bekasi Tinggi
    Kemenkoinfo: TPI Tak Berhak Bersiaran


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.