Baru 17 Korban Tewas Ditemukan, Evakuasi Dihentikan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah tim SAR bersama warga berusaha mengevakuasi jenazah korban longsor di Jemblung, Karangkobar  Banjarnegara, Jawa Tengah, 13 Desember 2014. Tempo/Budi Purwanto

    Sejumlah tim SAR bersama warga berusaha mengevakuasi jenazah korban longsor di Jemblung, Karangkobar Banjarnegara, Jawa Tengah, 13 Desember 2014. Tempo/Budi Purwanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, hingga sore ini, BNPB sudah mengevakuasi beberapa korban bencana longsor di Banjarnegara, Jawa Tengah. (Baca:Jokowi Kunjungi Lokasi Longsor Banjarnegara Besok)

    "Tim gabungan telah menemukan 17 korban tewas," ujar Sutopo, melalui pesan Blackberry Messenger, Sabtu, 13 September 2014.

    Selain berhasil menemukan korban tewas, ujar dia, tim gabungan sudah mengevakuasi 11 orang luka berat dan 4 orang luka ringan. "91 orang masih dalam pencarian," kata Sutopo. (Baca:100 Tertimbun, Warga Lain Mengungsi)

    Dia mengaku tim gabungan terkendala kondisi alam di sana. Menurut Sutopo, kondisi tanah masih labil dan sungai mengalir kencang membawa lumpur. Karena itu, untuk sementara ini proses evakuasi dihentikan. (Baca: Longsor, Kemensos Siapkan Tenda dan Dapur Umum)

    Jumat kemarin, sekitar pukul 18.00 WIB, bencana longsor hebat terjadi di Dusun Jemblungan, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Sedikitnya 105 rumah warga tertimbun longsor.

    LINDA TRIANITA

    Topik terhangat:

    Kapal Selam Jerman | Kasus Munir | Rekening Gendut Kepala Daerah | Perpu Pilkada

    Berita terpopuler lainnya:
    Inikah Transaksi Rekening Gendut Foke? 
    Beri Jalan ke Jokowi, Sultan Yogya Dipuji Habis 
    Refly dan Todung Seleksi Hakim MK, Jokowi Diprotes 
    Cerita Ahok Saat Kaca Spionnya Dicoleng


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.