Diajak Ikut Iringan Jokowi, Apa Kata Sultan Yogya?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun 2015 kepada Gubernur DIY Sultan Hamengkubuwono X di Istana Negara, Jakarta, 8 Desmeber 2014. ANTARA FOTO

    Presiden Joko Widodo menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun 2015 kepada Gubernur DIY Sultan Hamengkubuwono X di Istana Negara, Jakarta, 8 Desmeber 2014. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Ada kisah lain di balik peristiwa Sultan Hamengku Buwono X yang memberi jalan bagi iring-iringan kendaraan Presiden Joko Widodo. Ketua Dewan Kebudayaan Kota Yogyakarta Achmad Charris Zubair mengatakan Sultan sempat ditawari oleh pengawal Presiden Jokowi untuk berjalan mengikuti rombongan kepala negara. (Baca: Beri Jalan ke Jokowi, Sultan Yogya Dipuji Habis)

    Namun, menurut Charris, Sultan menolak tawaran tersebut. Ia meminta sopirnya tetap berhenti di pinggir jalan sampai rombongan Presiden Jokowi selesai melintas. "Ngarsa Dalem memilih tetap jalan sesuai dengan aturan lalu lintas," kata Charris saat penutupan Festival Antikorupsi di Grha Sabha Pramana, kompleks Universitas Gadjah Mada, Kamis sore, 11 Desember 2014.

    Saat itu Sultan mengendarai mobil dinasnya, Toyota Camry berpelat merah AB-1. Charris mengaku mengetahui peristiwa tersebut setelah membaca kisah yang diunggah oleh salah satu pengguna jejaring media sosial Facebook. Karena itulah, Charris meminta Sultan Yogya kembali menceritakan detail peristiwa tersebut kepada hadirin. (Baca: Jokowi Mau Lewat, Sultan Hamengku Buwono X Minggir)

    Kisah Sultan yang memberi jalan kepada Jokowi itu pertama kali menyebar pada Rabu, 12 Desember 2014, di Facebook. Seorang pemilik akun yang mengaku bernama Hartady Nugroho sempat mengunggah foto-foto peristiwa itu di grup terbatas Info Cegatan Jogja.

    Dalam forum penutupan festival tersebut, Sultan tidak menanggapi permintaan Charris. Begitu acara selesai, Raja Keraton Yogyakarta itu segera meninggalkan Grha Sabha Pramana. Sejumlah wartawan sempat meminta konfirmasi kepada Sultan. Dia hanya menjawab singkat pertanyaan wartawan. "Iya, kok tahu," ujarnya. (Baca: Sultan: Saya Enggak Mau Ngajari Jokowi)

    ADDI MAWAHIBUN IDHOM

    Topik terhangat:
    Kapal Selam Jerman | Kasus Munir | Golkar Pecah | Banjir Jakarta

    Berita terpopuler lainnya:
    Pemred Jakarta Post Jadi Tersangka Penistaan Agama
    Kubu Ical Mau Rapat di Slipi, Yorrys: Siapa Lu?
    Benarkah Hitler Sesungguhnya Hidup di Sumbawa?
    Munir Dibunuh karena Sejumlah Motif, Apa Saja?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.