Alasan Kapal Selam Jerman Diam Saat Diserang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Simbol Nazi di piring yang ditemukan oleh arkeolog Indonesia, di kapal selam Jerman pada Perang Dunia Kedua yang tenggelam di perairan laut Jawa. Tim Arkeolog Indonesia dibantu penyelam dari Kopaska TNI AL, kata Bambang Budi Utomo, kepala tim peneliti di National Archaeology Centre yang menemukan kapal, mengatakan

    Simbol Nazi di piring yang ditemukan oleh arkeolog Indonesia, di kapal selam Jerman pada Perang Dunia Kedua yang tenggelam di perairan laut Jawa. Tim Arkeolog Indonesia dibantu penyelam dari Kopaska TNI AL, kata Bambang Budi Utomo, kepala tim peneliti di National Archaeology Centre yang menemukan kapal, mengatakan "Ini merupakan temuan yang luar biasa dan pasti akan memberikan informasi yang berguna tentang apa yang terjadi di Laut Jawa selama Perang Dunia II." (dailymail)

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah kapal selam Jerman (biasa disebut Unterseeboot atau U-boat) dengan nomor lambung 168 ditemukan di Laut Jawa.  Kapal tersebut tenggelam setelah dihantam torpedo H.N.M.S. Zvaardvish, kapal milik Belanda, pada 6 Oktober 1944.  (Baca: Daftar Penumpang Kapal Nazi Jerman)

    Berdasarkan berkas interogasi tentara Sekutu terhadap awak kapal ini ditemukan fakta bahwa sang kapten, Helmuth Pich, sebenarnya sudah mengetahui adanya potensi serangan.  "Ada waktu sebelas menit di mana U-168 sadar ada bahaya," tulis dokumen tersebut.

    Pich mengaku tidak mengantisipasi serangan tersebut. Tidak disebutkan apa alasannya.  Namun teknisi kapal menuturkan ada semacam malfungsi pada beberapa perangkat kapal akibat kecepatan yang dipacu melebihi 12 knot.

    Zvaardvish menembakkan enam torpedo. Satu mengenai ruang torpedo milik U-168, sedangkan lainnya tepat menghantam lambung kapal (baca: Kronologi Tenggelamnya Kapal Nazi Jerman). Sebanyak 22 dari 36 awak kapal tersebut selamat, termasuk Pich. Sebagian korban selamat dibawa ke Australia. 

    Kapal U-168 ini merupakan satu dari puluhan kapal Nazi yang melakukan ekspansi ke Penang, Malaysia, pada periode 1943-1944. Saat itu Jerman akan membantu Jepang selama Perang Dunia II. Indonesia yang diduduki Jepang menjadi lokasi transit.

    SYAILENDRA

    Terpopuler
    Pemred Jakarta Post Jadi Tersangka Penistaan Agama 
    Kubu Ical Mau Rapat di Slipi, Yorrys: Siapa Lu? 
    Benarkah Hitler Sesungguhnya Hidup di Sumbawa?
    Munir Dibunuh karena Sejumlah Motif, Apa Saja?
    Jay Subiakto Kecewa pada Jokowi, Untung Ada Susi



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.