Siapa 10 Kepala Daerah Pemilik Rekening Gendut?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jaksa Agung Prasetyo mengikuti acara pelantikan dirinya oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, 20 November 2014. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Jaksa Agung Prasetyo mengikuti acara pelantikan dirinya oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, 20 November 2014. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Widyo Pramono berjanji mengusut tuntas temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) ihwal transaksi mencurigakan di rekening delapan kepala daerah. Beberapa temuan itu, kata Widyo, sudah lama diusut dan mulai mendekati proses penyidikan atau penetapan tersangka.

    “Dari sepuluh nama yang disetor, delapan yang kami tangani,” kata Widyo kepada Tempo di kantornya, Kamis, 11 Desember 2014. “Saat ini ada percepatan menuju penyidikan.” (Baca: PPATK Laporkan 10 Transaksi Mencurigakan ke Kejaksaan)

    Laporan hasil pemeriksaan sepuluh kepala daerah--terdiri atas gubernur dan bupati--itu disetorkan oleh PPATK ke Kejaksaan pada akhir 2012. Pada 2 Desember lalu, Kepala PPATK Muhammad Yusuf mendatangi Jaksa Agung Prasetyo, yang baru sepekan dilantik, untuk memperbarui data soal itu. Total transaksi di sepuluh rekening tersebut, menurut Jaksa Agung Muda Pidana Umum A.K. Basuni Masyarif yang ikut dalam pertemuan tersebut, di atas Rp 1 triliun. (Baca: KPK Juga Incar 2 Gubernur Pemilik Rekening Gendut)

    Salah satu nama yang dilaporkan memiliki rekening gendut adalah Nur Alam, Gubernur Sulawesi Tenggara. Seorang penegak hukum menyebutkan politikus Partai Amanat Nasional itu diduga menerima US$ 4,5 juta dari rekening perusahaan tambang melalui empat kali transfer, sepanjang 2010, yang disamarkan melalui polis asuransi. Widyo membenarkan bahwa nama Nur Alam masuk daftar yang disetorkan PPATK. Namun ia enggan mengungkapkan tuduhannya. (Baca: Gubernur Sultra Punya Rekening Gendut?)

    Kemarin, Nur Alam belum bisa dimintai konfirmasi. Staf Hubungan Masyarakat Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Abu Hasan, mengklaim bosnya sedang berada di luar kota. Nur Alam seharian tidak muncul di kantornya. "Kami serahkan pada proses hukum,” kata Abu Hasan. Namun, ketika dimintai konfirmasi oleh Tempo soal ini awal September lalu, Nur Alam mengelak. “Tidak tahu soal itu,” katanya. (Baca: Benarkah Foke Diincar KPK di Kasus Rekening Gendut?)

    Baca laporan lengkapnya di Koran Tempo edisi hari ini.

    TIM TEMPO

    Terpopuler:
    Ditemukan, Kapal Selam Nazi Menyusup ke Laut Jawa
    Netizen: Fahrurrozi Gubernur FPI sampai Kiamat
    Pemred Jakarta Post Jadi Tersangka Penistaan Agama  
    Kubu Ical Mau Rapat di Slipi, Yorrys: Siapa Lu?  
    Benarkah Hitler Sesungguhnya Hidup di Sumbawa?
    Munir Dibunuh karena Sejumlah Motif, Apa Saja?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.