Ngotot Kurikulum 2013, Pejabat Ingin Temui Anies

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Siswa Siswi membaca buku ajaran baru di sekolah SD 01 Menteng Jakarta, 14 Agustus 2014. Sejak Di mulainya kurikulum baru 2013 ditetapkan, siswa siswi menggunakan buku mata pelajaran yang difotocopy karena keterlambatan distribusi oleh kemendikbud. TEMPO/Dasril Roszandi

    Siswa Siswi membaca buku ajaran baru di sekolah SD 01 Menteng Jakarta, 14 Agustus 2014. Sejak Di mulainya kurikulum baru 2013 ditetapkan, siswa siswi menggunakan buku mata pelajaran yang difotocopy karena keterlambatan distribusi oleh kemendikbud. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Banyuwangi - Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Suratno mengatakan seluruh Kepala Dinas Pendidikan se-Jawa Timur akan menemui Menteri Pendidikan Anies Baswedan. Mereka akan meminta Menteri Anies memperbolehkan Jawa Timur tetap menerapkan Kurikulum 2013. "Jatim sangat siap menerapkan Kurikulum 2013," kata Suratno kepada Tempo, Kamis, 11 Desember 2014.

    Menurut Suratno, pertemuan dengan Menteri Pendidikan merupakan salah satu hasil kesepakatan seluruh kepala Dinas Pendidikan se-Jawa Timur yang berlangsung di Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Rabu, 10 Desember 2014. Dalam pertemuan tersebut, seluruh kepala Dinas Pendidikan setuju untuk tetap memakai Kurikulum 2013. (Baca: Pengadaan Buku K13, Menteri Anies Agar Lapor KPK)

    Jika diperbolehkan memakai Kurikulum 2013, kata dia, kepala Dinas Pendidikan se-Jatim juga meminta Kementerian Pendidikan tetap mengalokasikan anggaran untuk peningkatan mutu guru dan pengadaan buku Kurikulum 2013. Sebab, saat ini APBD Provinsi dan APBD Kabupaten telah disahkan sehingga tak mungkin mengalokasikan anggaran untuk penerapan Kurikulum 2013.

    Kepala Dinas Pendidikan se-Jatim, kata Suratno, beralasan dengan kembali ke Kurikulum 2006 lebih banyak berdampak negatif. Misal, saat ini buku pegangan siswa untuk semester genap mendatang telah terdistribusi. Bahkan seluruh daerah telah melakukan kontrak pengadaan buku siswa SMP dan SD. "Kalau kembali ke Kurikulum 2006, buku-buku ini mangkrak," keluh dia. (Baca: Sekolah di Gowa Dukung Stop Kurikulum 2013)

    Apalagi penerapan Kurikulum 2006 juga bersifat sementara sampai adanya perbaikan dalam Kurikulum 2013. "Maju-mundur begini seperti lagunya Syahrini," kata Suratno terbahak.

    Hari ini, Suratno menambahkan, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Harun berangkat lebih dulu ke Jakarta untuk melobi Menteri Anies agar mau berdialog dengan Kepala Dinas Pendidikan se-Jatim.

    Para kepala sekolah di Banyuwangi juga memilih melanjutkan Kurikulum 2013. Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah Banyuwangi Mujiono mengatakan Kurikulum 2013 yang dialihkan ke Kurikulum 2006 di tengah tahun ajaran seperti ini justru membebani orang tua siswa. Alasannya, siswa terlanjur memakai buku pelajaran Kurikulum 2013. "Berarti siswa akan membeli lagi buku KTSP," kata Mujiono. (Baca juga: Menteri Anies Makin Mantap Tarik Kurikulum 2013)

    IKA NINGTYAS

    Berita terpopuler:
    Busyro Sebut Menteri Susi 'Hadiah' dari Jokowi
    Menteri Susi: Berat Menghindari Korupsi
    Tragedi Dukun Santet Banyuwangi Mesti Diusut Lagi
    Menteri Anies: Banyak Pungli di Sekolah di Daerah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.