Angelina Sondakh Diperiksa Lagi Soal Hambalang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mahkamah Agung menjatuhkan vonis pidana 12 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 8 bulan kurungan bagi Angelina Sondakh pada persidangan di Jakarta (20/11). Dengan demikian hukuman yang dijalani mantan anggota dewan yang akrab dipanggil Angie ini akan semakin berat. TEMPO/Seto Wardhana

    Mahkamah Agung menjatuhkan vonis pidana 12 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 8 bulan kurungan bagi Angelina Sondakh pada persidangan di Jakarta (20/11). Dengan demikian hukuman yang dijalani mantan anggota dewan yang akrab dipanggil Angie ini akan semakin berat. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Jakarta - Bekas anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Angelina Patricia Pingkan Sondakh alias Angie, kembali menjalani pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Kali ini dia diperiksa dari dalam penjara. Angie diperiksa sebagai saksi korupsi proyek Wisma Atlet Jakabaring, Sumatera Selatan.

    "Infonya pemeriksaan sudah dimulai, Angie diperiksa di rutan," ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha melalui BlackBerry Messenger pada Kamis, 11 Desember 2014. Angie ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Pondok Bambu, Jakarta Timur.

    Pada jadwal pemeriksaan KPK disebutkan Angie akan dimintai keterangan untuk tersangka RA alias Rizal Abdullah, pejabat pembuat komitmen proyek Wisma Atlet Jakabaring yang kini berstatus tersangka. (Baca: KPK Jerat Tersangka Baru Kasus Wisma Atlet)

    Namun, hingga pukul 16.20 WIB, Angie tak kunjung menampakkan diri di gedung KPK, Jalan Rasuna Said. Ternyata pemeriksaan telah dilakukan di rutan. Menurut Priharsa, pemeriksaan saksi di rutan sudah beberapa kali dilakukan KPK. "Demi efisiensi," kata dia.

    Sebelumnya, Angie pernah mangkir dari pemeriksaan saat dipanggil pada 4 November 2014 lalu. Alasannya, dia masih dalam kondisi berkabung karena kakaknya Frank Nicholas Sondakh, meninggal dunia dua hari sebelumnya. (Baca: Kakak Meninggal, Angelina Sondakh Batal ke KPK)

    Pemenang kontes kecantikan Puteri Indonesia 2001 ini dihukum 12 tahun penjara plus ganti rugi Rp 27,4 miliar berdasarkan putusan kasasi Mahkamah Agung atas kasus korupsi pembahasan anggaran Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Pemuda dan Olahraga.

    Sedangkan Rizal Abdullah, yang juga menjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sumatera Selatan, ditetapkan tersangka karena diduga menggelembungkan harga proyek pembangunan, sehingga merugikan negara sekitar Rp 25 miliar. Nilai proyek Jakabaring pada 2010 sampai 2011 itu Rp 191 miliar.

    MOYANG KASIH DEWIMERDEKA

    Berita Terpopuler
    Dirjen HAM: Menteri Susi seperti James Bond
    FPI Ogah Sebut Fahrurrozi Gubernur FPI
    Melongok Harta Puluhan Miliar Calon Dirjen Pajak
    Busyro: Menteri Susi Adalah Siti Hajar Abad Ke-21
    Militer Intimidasi Pemutaran Film Senyap di Malang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.