Kubu Ical Mau Rapat di Slipi, Yorrys: Siapa Lu?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yorrys Reweyai. TEMPO/Hariandi Hafid

    Yorrys Reweyai. TEMPO/Hariandi Hafid

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Golkar kubu Agung Laksono, Yorrys Raweyai, mempersilakan kubu Aburizal Bakrie atau Ical bila ingin menggelar rapat di kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai beringin itu di Slipi, Jakarta Barat. Menurut dia, kubu Ical yang mengklaim menjadi pengurus Golkar yang sah harusnya berkantor di sana. (Baca: Dikuasai Kubu Agung, Ical: DPP Golkar Milik Berdua)

    "Suruh datang saja kalau mereka berani," ujar Yorrys ketika dihubungi, Kamis, 11 Desember 2014. Dia mengatakan markas Golkar di Slipi memang milik seluruh kader maupun simpatisan. Namun, Yorrys menegaskan kubunya sudah memecat Ical dan Idrus Marham. (Baca: Kubu Agung Rombak Fraksi Golkar di DPR)

    Yorrys menantang Ical bersama para pengikutnya seperti Fadel Muhammad, Aziz Syamsudin, Ade Komarudin, Idrus, dan Tantowi Yahya untuk datang ke markas Golkar itu. "Tapi tidak dikasih masuk. Siapa lu?" ujar Ketua Angkatan Muda Partai Golkar itu. (Baca: 3 Amunisi Kubu Ical Kalahkan Agung Cs)

    Sejak Selasa, 25 November lalu, anak buah Yorrys menduduki kantor DPP Golkar. Aksi ini merupakan lanjutan dari penolakan rencana musyawarah nasional yang akan digelar 30 November hingga 4 Desember mendatang di Bali. Yorrys yang merupakan bagian dari Ketua Umum Golkar Agung Laksono hasil munas tandingan di Ancol, masih menduduki kantor di Jalan Anggrek Neli, Slipi, Jakarta Barat. (Baca juga: 'Yang Konflik Golkar, Kok, yang Bicara Gerindra')

    LINDA TRIANITA

    Topik terhangat:
    Golkar Pecah | Kasus Munir | Interpelasi Jokowi | Susi Pudjiastuti

    Berita terpopuler lainnya:
    Busyro: Menteri Susi Adalah Siti Hajar Abad Ke-21
    Militer Intimidasi Pemutaran Film Senyap di Malang
    Setelah Berseteru, Hashim dan Ahok Mesra
    Menkeu: Ada Pemilik Lamborghini Lolos dari Pajak  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.