Rabu, 14 November 2018

Ini Alasan Rektor Unibraw Larang Pemutaran Senyap  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penonton padati sebuah auditorium saat menyaksikan pemutaran film `The Look of Silence` di IFI Bandung, Jawa Barat, 10 Desember 2014. Film karya Joshua Oppenheimer tersebut untuk memperingati Hari HAM. TEMPO/Prima Mulia

    Penonton padati sebuah auditorium saat menyaksikan pemutaran film `The Look of Silence` di IFI Bandung, Jawa Barat, 10 Desember 2014. Film karya Joshua Oppenheimer tersebut untuk memperingati Hari HAM. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Malang - Rektor Universitas Brawijaya Malang Muhammad Bisri melarang pemutaran film dokumenter Senyap atau The Look of Silent di kampus pada Rabu malam ini. Alasannya, penyelenggara tidak mengantongi izin pemutaran film. "Demi menjaga ketenangan kampus dalam proses belajar-mengajar," kata Bisri kepada wartawan melalui pesan pendek, Rabu, 10 Desember 2014.

    Bisri mengaku tidak tahu-menahu soal rencana pemutaran film yang berdurasi 98 menit itu lantaran tidak ada surat izin masuk ke rektorat. Sejumlah pesan pendek dari tokoh masyarakat, ulama dan civitas akademika, kata Bisri, juga meminta agar pemutaran film tentang peristiwa 1965 itu dibatalkan. (Baca berita sebelumnya: Militer Intimidasi Pemutaran Film Senyap di Malang)

    Merespons banyaknya pesan pendek, kata Bisri, dia lalu memutuskan melarang pemutaran film dokumenter karya Joshua Oppenheiner itu. Sedangkan terhadap mahasiswa penyelenggara pemutaran film tersebut tidak diambil tindakan apa-apa. "Tak ada sanksi untuk mahasiswa. Semua harus sesuai pedoman akademik," kata Bisri.

    Sedianya pemutaran Senyap diselenggarakan oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya Malang bekerja sama dengan Lembaga Bhinneka. Koordinator Lembaga Bhinneka, Andry Juni, mengatakan semula pihak rektorat memberikan lampu hijau. Namun dia tidak tahu mengapa mendadak Rektor melarang.

    "Bahkan mahasiswa penyelenggara pemutaran film itu didatangi aparat militer," katanya. Mahasiswa tersebut, kata Andry, diancam akan dijatuhi sanksi berupa dikeluarkan dari kampus bila tetap nekat memutar film. Sampai saat ini mahasiswa yang diintimidasi itu masih ketakutan dan mengalami trauma. (Baca juga: Hari HAM, Film Senyap Diputar di 457 Tempat)

    EKO WIDIANTO

    Berita Terpopuler:
    'Yang Konflik Golkar, Kok, yang Bicara Gerindra'
    Ruhut: SBY Tahu Rencana 'Pengkhianatan' Golkar
    Dapat Banyak Tekanan, Ical Halalkan Segala Cara
    Dirjen HAM: Menteri Susi seperti James Bond
    Koalisi Prabowo Ikut Golkar Dukung Perpu Pilkada?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Horor Pembunuhan Satu Keluarga Di Bekasi

    Satu keluarga dibunuh di Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, pada Selasa, 12 November 2018.