Usai 'Malaysia Bodoh', Nanti PM Malaysia Pun Bule?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan perdana menteri Malaysia Mahathir Mohamad (kiri2) mengenakan Toga usai mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa di Universitas Islam negeri Syarif Hidayatullah, Tangerang Selatan (14/5). Mahatir Mohamad mendapatkan gelar Hoktor Honoris Causa dalam bidang pembangunan Politik dari Fakultas sosial dan ilmu politik Universitas Islam negeri Syarif Hidayatullah karena kontribusinya terhadap pembagunan politik islam. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    Mantan perdana menteri Malaysia Mahathir Mohamad (kiri2) mengenakan Toga usai mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa di Universitas Islam negeri Syarif Hidayatullah, Tangerang Selatan (14/5). Mahatir Mohamad mendapatkan gelar Hoktor Honoris Causa dalam bidang pembangunan Politik dari Fakultas sosial dan ilmu politik Universitas Islam negeri Syarif Hidayatullah karena kontribusinya terhadap pembagunan politik islam. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    TEMPO.CO, Kuala Lumpur - Bekas Perdana Menteri Mahathir Mohamad ikut mengkritik kebergantungan Malaysia kepada orang luar untuk memajukan negara itu. Kritikan ini terkait dengan pelantikan warga Jerman Christoph R. Mueller sebagai Chief Executive Officer baru Malaysia Airlines Bhd (MAS NewCo). (Baca: Heboh Slogan 'Malaysia Boleh' Jadi 'Malaysia Bodoh')

    Mahathir mengatakan pengangkatan Muller menjadi sebuah “pengakuan kita ini bodoh”. "Saya khawatir kita tidak ada kepercayaan pada diri sendiri sehingga satu hari nanti jika kita ingin perdana menteri, kita bisa ambil orang putih (bule) sebab dia lebih pandai dari kita," katanya seperti yang dikutip dari laman Malaysia Insider, Senin, 8 Desember 2014.

    Mahathir menegaskan “orang Malaysia tidak bodoh” dan mempunyai banyak bakat walaupun di zaman penjajahan Inggris negeri itu dianggap kolot. "Mau jadi pengarah, orang asing, tampak memberi pengakuan kita ini bodoh,” katanya. “Kalau mau marah, marahlah. Itu pendapat saya." (Baca: Pemerintah Malaysia Kuasai Saham Malaysia Airlines)

    Pekan lalu, Khazanah Nasional Bhd, lembaga investasi milik pemerintah malaysia, mengumumkan penunjukan Christoph R. Mueller sebagai CEO-menunjuk dari Malaysia Airlines (MAS) NewCo, yang akan beroperasi pada 1 Juli. Adapun Mueller saat ini CEO Irlandia Aer Lingus Plc.

    Penunjukan Mueller pun juga menuai kritikan dari publik Malaysia berupa pelesetan slogan kebanggaan negara itu, yakni "Malaysia Boleh" menjadi "Malaysia Bodoh". Sindiran itu dilontarkan politikus Partai Islam Se-Malaysia (PAS), Mahfuz Omar, yang mengatakan penunjukan Muller membuktikan kegagalan Malaysia melahirkan pemimpin perusahaan dari dalam negeri. (Baca: Saham Malaysia Airlines Makin Melorot)

    “Ini menjadikan slogan 'Malaysia Boleh' (Malaysia bisa) adalah slogan palsu,” kata Mahfuz dalam pernyataannya, seperti yang dilansir laman Malaysia Kini, Selasa, 9 Desember 2014. “Pemilihan warga asing untuk menngendalikan MAS menjadikan slogan 'Malaysia Boleh' bertukar menjadi 'Malaysia Bodoh'." (Baca: Malaysia Airlines Bisa Bangkrut?)

    BOBBY CHANDRA

    Baca Berita Terpopule
    Akhirnya Ical Mendukung Perpu Pilkada Langsung
    Jokowi Tak Disambut Siswa di Yogyakarta
    Gubernur FPI Akhirnya Punya Kantor, Dimana?
    Anakonda Telan Presenter TV, Asli atau Palsu?
    Jokowi Tersingkir dari Tokoh Time 2014

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Silang Pendapat tentang RUU PKS

    Fraksi-fraksi di DPR berbeda pendapat dalam menyikapi Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual atau RUU PKS. Dianggap rumit.