KPK Dorong Pendidikan Antikorupsi Melalui Ibu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPK Abraham Samad, hadiri Dialog

    Ketua KPK Abraham Samad, hadiri Dialog "Saya, Perempuan Anti Korupsi (SPAK)" di Makassar, Sulsel, 21 Oktober 2014. KPK merekomendasikan Jokowi-JK untuk mencoret nama calon menteri yang dianggap punya potensi korupsi agar tidak merusak pemerintahan. TEMPO/Hariandi Hafid

    TEMPO.CO, Yogyakarta- Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad menyatakan lembaganya akan mendorong masuknya pendidikan antikorupsi di keluarga dan semua level lembaga pendidikan. Di internal keluarga, menurut Samad, kaum ibu menjadi agen strategis. "Karena, survei kami membuktikan, ibu memiliki waktu lebih banyak dengan anak-anak ketimbang ayah," kata dia seusai pembukaan Festival Anti Korupsi di Graha Sabha Pramana UGM pada Selasa, 9 Desember 2014. (Buka Festival Anti-Korupsi, Ini Omongan Jokowi)

    Menurut Samad, Yogyakarta selama ini menjadi proyek percontohan untuk pencegahan korupsi berbasis keluarga. Karena itu, sosialisasi pencegahan korupsi bagi kaum ibu di Yogyakarta akan diperbanyak. "Survei kami sudah menunjukkan peran keluarga rumah tangga sebagai rujukan nilai anak-anak makin berkurang," kata dia. (Ini yang Membuat Presiden Jokowi Jengkel)

    Hasil survei KPK, menurut Samad, memaparkan data banyak anak muda dan remaja memiliki rujukan nilai ke teman-teman di grup komunitasnya. Figur ayah semakin tidak berpengaruh karena waktu luang rata-rata pria dewasa di rumah bertambah sedikit. "Figur bapak, seperti ada dan tiada," kata dia. (KPK Semakin Dekat Kembangkan Kasus Century)

    Makanya, menurut Samad, kaum ibu merupakan agen strategis untuk penanaman nilai antikorupsi di kalangan anak-anak. Peran ibu ini akan memulihkan posisi keluarga sebagai rujukan nilai bagi anak-anak. "Kami miris kalau baca hasil pemetaan survei itu," kata Samad.

    KPK juga menargetkan mampu menginjeksi gagasan antikorupsi di kurikulum pendidikan. Menurut Samad, materi pencegahan korupsi harus masuk di semua level sekolah. "Mulai dari PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) hingga perguruan tinggi," kata dia. (Buka Festival Anti-Korupsi, Ini Omongan Jokowi)

    Dia optimistis strategi pencegahan korupsi lewat keluarga dan lembaga pendidikan akan mencetak generasi berintegritas. Generasi baru ini bisa mengubah wajah pemberantasan korupsi sekarang yang didominasi kerja-kerja penindakan.

    Adapun Gubernur DIY, Sultan Hamengku Buwono X berpendapat penanaman prinsip antikorupsi di keluarga akan menghasilkan generasi baru dalam 10 tahun mendatang. Sultan mengatakan di keluarga nilai-nilai anti korupsi mudah ditanamkan pada anak-anak lewat kebiasaan jujur, menepati janji, tidak mencontek dan melanggar aturan lalu lintas. "Semoga ini menandai bangkitnya gerakan rakyat anti korupsi," kata dia.

    ADDI MAWAHIBUN IDHOM

    Baca berita lainnya:
    Menteri Susi Tangkap 22 Kapal Ikan Cina

    Ruhut Ungkap Agenda di Balik Pertemuan Jokowi-SBY

    Jokowi-SBY Bertemu, Peta Politik DPR Berubah Total

    Jokowi-SBY Goyahkan Koalisi Prabowo

    Sudi Silalahi Ngomong Jawa, Jokowi-SBY Tertawa  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.