KPK: Laut Indonesia Jadi Pusat Kejahatan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPK Abraham Samad (kiri) didampingi Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (tengah) dan Juru bicara KPK Johan Budi sebelum melakukan jumpa pers OTT di gedung KPK, Jakarta, 26 September 2014. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ketua KPK Abraham Samad (kiri) didampingi Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (tengah) dan Juru bicara KPK Johan Budi sebelum melakukan jumpa pers OTT di gedung KPK, Jakarta, 26 September 2014. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bambang Widjojanto mengingatkan pemerintahan Joko Widodo perihal banyaknya pencurian kekayaan negara di laut. Menurut Bambang, perairan Indonesia selama ini menjadi sarana yang mudah untuk kejahatan seperti itu terjadi. "Laut kita jadi pusat kejahatan," kata Bambang, seusai pembukaan Festival Antikorupsi di Graha Sabha Pramana UGM, Selasa, 9 Desember 2014. (Menteri Susi Bakal Larang Alih Muatan Barang di Laut)

    Bambang mengingatkan hal ini karena Presiden Joko Widodo telah menyatakan akan fokus membangun sektor maritim. Sementara, kejahatan tidak hanya kasus illegal fishing. "Pencurian (penyelundupan) batu bara, nikel dan semua kekayaan tambang lain terjadi dengan sarana transportasi laut," katanya.

    Karena itu, Bambang menyarankan pemerintahan Jokowi tidak hanya serius membangun infrastruktur transportasi laut. Undang-undang khusus mengenai sektor kelautan juga harus segera dibentuk. "Laut punya makna mendalam bagi bangsa Indonesia, tapi hingga kini kita belum punya hukum soal laut," katanya.(Menteri Susi: 435 'Orang Perahu' Bakal Dideportasi)

    Apalagi, dia menambahkan, ada rahasia umum mengenai keberadaan konglomerasi hitam yang menguasai sumber daya pesisir dan lepas pantai di Indonesia Timur yang kaya sumber daya alam. Menurut Bambang, kenyataan ini perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintahan Jokowi. "Sekarang saatnya, setelah pembangunan dan sistem hukum kita terlalu berorientasi ke daratan," katanya.

    ADDI MAWAHIBUN IDHOM

    Baca berita lainnya:
    Skenario Nasib Dua Golkar Menurut Menteri Laoly

    Menteri Susi Tangkap 22 Kapal Ikan Cina

    Ruhut Ungkap Agenda di Balik Pertemuan Jokowi-SBY

    Jokowi-SBY Bertemu, Peta Politik DPR Berubah Total

    Jokowi-SBY Goyahkan Koalisi Prabowo  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.