Datang ke Kantor JK, SBY: Gantian  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jusuf Kalla bersalaman dengan Presiden SBY dalam acara open house di Istana Negara, Jakarta, 28 Juli 2014. TEMPO/Subekti

    Jusuf Kalla bersalaman dengan Presiden SBY dalam acara open house di Istana Negara, Jakarta, 28 Juli 2014. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin, 8 Desember 2014. Pertemuan berlangsung selama kurang dari setengah jam sejak pukul 14.00 WIB.

    Menurut SBY, kedatangannya kali ini merupakan bentuk balasan lantaran ketika ia masih menjabat presiden, JK beberapa kali hadir di Istana untuk bersilaturahmi serta menyampaikan sejumlah pandangan dan harapan. "Sekarang gantian, saya datang untuk menyampaikan harapan agar tugas-tugas pemerintah dapat dilaksanakan dengan baik," kata Yudhoyono seusai pertemuan.

    SBY mengaku berdiskusi dengan Kalla ihwal kesinambungan pemerintahan satu era ke era lain. "Pemerintahan sekarang melakukan apa yang dilakukan pemerintahan sebelumnya," ujar dia. Menurut SBY, ketika memimpin pemerintahan, ia juga melanjutkan apa yang telah dilakukan pemerintahan sebelumnya.

    "Saya tahu mana yang perlu dijaga dan Pak JK juga akan tahu mana yang memerlukan perbaikan atau kebijakan baru yang lebih tepat," kata SBY. Yudhoyono akan mendukung agar pemerintahan sekarang bisa menjalankan tugas dengan baik. "Kalau pemerintah menggapai capaian-capaian yang baru, yang senang adalah rakyat Indonesia."

    Adapun Kalla mengatakan pertemuannya dengan SBY tak membahas kemungkinan bergabungnya Partai Demokrat, partai yang dipimpin SBY, ke koalisi partai pendukung pemerintahan. "Bekerja bersama-sama kan tidak berarti harus masuk koalisi ini atau koalisi itu," ujar JK. (Baca: Kalla: Wajar SBY Kritik Tim Transisi)

    Meski begitu, Kalla menambahkan, SBY dan Partai Demokrat ingin bekerja bersama-sama pemerintah demi kebaikan bangsa. "Pak SBY sebagai ketua umum Demokrat tentu selalu ingin negara ini maju. Agar negara maju, tentu kami harus bekerja bersama-sama," ucapnya.

    PRIHANDOKO

    Berita lain:
    Jokowi Tolak Sahkan Golkar Kubu Ical dan Agung
    Christine Hakim: Ibarat di Film, Ahok Peran Utama
    Golkar Hengkang dari Koalisi Prabowo


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.