Ekspresi JK Soal Munas Golkar Tandingan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wapres Jusuf Kalla (kanan), menghadiri pertemuan dengan gubernur seluruh Indonesia di Istana Bogor, Jabar, 24 November 2014. Pertemuan tersebut guna membahas agenda pembangunan Indonesia ke depan guna meningkatkan interkoneksi wilayah-wilayah di nusantara. ANTARA/Andika Wahyu

    Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wapres Jusuf Kalla (kanan), menghadiri pertemuan dengan gubernur seluruh Indonesia di Istana Bogor, Jabar, 24 November 2014. Pertemuan tersebut guna membahas agenda pembangunan Indonesia ke depan guna meningkatkan interkoneksi wilayah-wilayah di nusantara. ANTARA/Andika Wahyu

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar versi musyawarah nasional Ancol, Agung Laksono, mengaku sudah berkomunikasi dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla seusai terpilih kemarin. "Beliau mengaku bahagia, (munas) ini sudah selesai," kata Agung di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Senin, 8 Desember 2014.

    Agung menjelaskan, ia merasa perlu menghubungi JK karena munas ini bisa berlangsung salah satunya berkat restu dari JK. Selain alasan restu JK, mantan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat itu karena JK figur senior di partai berlambang pohon beringin. (Baca: Tawaran Islah Kubu Ical Dianggap Basa-Basi)

    Agung menambahkan, tak ada percakapan khusus antara dirinya dan JK setelah terpilih beberapa jam yang lalu. Ia berkata dirinya hanya mengontak JK untuk melaporkan hasil munas. "Biasa-biasa saja. Saya pasti akan menemui beliau selaku figur senior," ujar Agung. (Baca: Golkar Pecah, Priyo: Kalau Diam Disalahkan Sejarah)

    Agung terpilih Senin dinihari setelah mengalahkan calon-calon lainnya seperti Agus Gumiwang Kartasasmita dan Priyo Budi Santoso. Ia meninggalkan lawannya dengan perolehan 147 suara, nyaris dua kali lipat dari perolehan suara Priyo dan Agus. (Baca: Setelah Ical, Agung Laksono Jadi Ketua Umum Golkar)

    ISTMAN M.P.

    Baca Berita Terpopuler
    Kubu Ical: Peserta Munas Ancol Diberi Rp 500 juta
    Begini Cara 13 Polisi di Kudus Menyiksa Kuswanto
    Ical Pecat Kader Bandel di Munas Golkar Tandingan
    Usul BPJS Jadi Kartu Subsidi, Anang Dibilang Lucu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.