Awas, Ada Ribuan Agen Umrah Haji Abal-abal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan jemaah haji berbondong-bondong menuju lokasi lempar jumroh di Mina, dekat kota Mekkah, Arab Saudi, 5 Oktober 2014. AP/Khalid Mohammed

    Ribuan jemaah haji berbondong-bondong menuju lokasi lempar jumroh di Mina, dekat kota Mekkah, Arab Saudi, 5 Oktober 2014. AP/Khalid Mohammed

    TEMPO.COYogyakarta - Masyarakat yang ingin naik haji atau umrah melalui agen perjalanan diminta berhati-hati. Sekretaris Jenderal Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Budi Firmansyah mengatakan ada ribuan agen umrah haji yang tak resmi. Akibat tertipu agen abal-abal ini, banyak jemaah yang gagal berangkat. (Baca: Moratorium Izin Penyelenggara Umrah Diberlakukan)

    Untuk mengawasi maraknya agen ilegal ini, Amphuri bekerja sama dengan kepolisian dan Kementerian Agama. Kerja sama itu diteken dalam nota kesepahaman. "Penindakan penyelenggara haji/umroh itu untuk melindungi masyarakat dari oknum yang tidak bertanggung jawab," kata Budi saat musyawarah kerja di Yogyakarta, Ahad, 7 Desember 2014. (Baca: Daftar Tunggu Jemaah Haji Majalengka hingga 2025)

    Saat ini baru ada 600 biro haji/umrah yang resmi dan terdaftar di Kementerian Agama dan syarat administrasi dipenuhi. Adapun jumlah agen maupun biro yang tidak resmi justru ribuan.

    Budi mengatakan tindakan tegas dari kepolisian, baru dilakukan di wilayah Bandung, Jawa Barat. Hal serupa akan dilakukan pula di sejumlah daerah seperti Makassar, Jambi, Jawa Timur, dan daerah lain.

    MUH. SYAIFULLAH

    Berita Terpopuler
    Kalahkan Malaysia, Indonesia ke Final Axiata Cup
    Ini Daftar Pemenang FFI 2014
    Munas Golkar Tandingan Dapat Restu Jusuf Kalla
    'Sikap SBY Jadi Akar Masalah Perpu Pilkada'


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.