Anies Batalkan Kurikulum 2013, Guru: Tepat Sekali  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah, Anies Baswedan mengobrol dengan para siswa SMP Negeri 1 Kota Depok soal sistem belajar baru dalam penerapan kurikulum 2013 saat sidak penerapan kurikulum 2014 di Depok, 14 November 2014. TEMPO/Ilham Tirta

    Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah, Anies Baswedan mengobrol dengan para siswa SMP Negeri 1 Kota Depok soal sistem belajar baru dalam penerapan kurikulum 2013 saat sidak penerapan kurikulum 2014 di Depok, 14 November 2014. TEMPO/Ilham Tirta

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistiyo gembira dengan keputusan Menteri Pendidikan Anies Baswedan yang membatalkan kurikulum 2013. "Keputusan yang sangat tepat. Sebagai pelaku pendidikan, saya menyambut gembira pembatalan kurikulum mentah itu," kata Sulistiyo saat dihubungi, Jumat, 5 Desember 2014.

    Menurut dia, kurikulum itu memang belum siap untuk diaplikasikan. "Masalahnya bukan hanya di kesiapan guru dan sekolah, secara substantif kurikulum itu memang banyak salah," katanya. (Baca: Kurikulum 2013 Dibatalkan, Balik ke Kurikulum 2006)

    Sulistyo menjelaskan, ada tiga opsi yang dibicarakan Menteri Anies dan para guru dalam evaluasi kurikulum. Pertama, Kurikulum 2013 dicabut sama sekali. Kedua, dilaksanakan hanya di sekolah unggulan yang siap menjalankan. Ketiga, kurikulum tetap dijalankan sambil diperbaiki. "Ternyata opsi kedua yang diambil menteri," katanya. (Baca: Menteri Anies Baswedan Stop Kurikulum 2013)

    Menteri Anies membatalkan pelaksanaan Kurikulum 2013 di 211.779 sekolah di seluruh Indonesia dan kembali menerapkan kurikulum 2006. Sementara itu, sebanyak 6.221 sekolah yang sudah menerapkan kurikulum 2013 selama tiga semester diminta untuk terus melanjutkan sebagai percontohan. (Baca: DKI Setuju Menteri Anies Evaluasi Kurikulum 2013)

    Anies meyakini penerapan kurikulum 2006 yang lebih matang akan memantapkan kembali kemampuan siswa dan guru. Penarikan kurikulum ini juga sangat diperlukan untuk mengevaluasi dan memperbaiki Kurikulum 2013. (Baca: Kurikulum 2013, Guru Kesulitan Beri Nilai Murid)

    Sulistyo berujar, tak akan ada masalah dalam penarikkan buku, walaupun sudah dicetak dan siap didistribusikan. "Mau bagaimana lagi. Harus bersakit-sakit dulu sekarang, agar senang kemudian," kaatnya. (Baca juga: Ini Reaksi Guru atas Kurikulum 2013)

    INDRI MAULIDAR

    Topik terhangat:

    Golkar Pecah | Wakil Ahok | Interpelasi Jokowi | Susi Pudjiastuti

    Berita terpopuler lainnya:
    Jokowi Untung Golkar Tolak Perpu Pilkada, Kok Bisa? 
    Menteri Yasonna Soal SBY: Dia Pengkhianat Duluan 
    Susi Beberkan Prestasi Lima Pekan Jadi Menteri
    Analis: Saham 'Gocap' Bakrie Gara-gara Nama Ical


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wacana Liberalisasi Penerbangan, Pemerintah Undang Maskapai Asing

    Pemerintah membuka wacana liberalisasi penerbangan dengan mengundang maskapai asing untuk mengoperasikan rute domestik demi memperketat kompetisi.