Menteri Susi Tak Bantah Nilai Perusahaannya Rp 1 T  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perikanan dan Kelautan, Susi Pudjiastuti menyapa warga saat menggelar perayaan Hari Ikan Nasional pertama di Jakarta, 30 November 2014. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Menteri Perikanan dan Kelautan, Susi Pudjiastuti menyapa warga saat menggelar perayaan Hari Ikan Nasional pertama di Jakarta, 30 November 2014. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melaporkan harta kekayaannya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi malam ini. Ia tak membantah nilai perusahaannya mencapai Rp 1 triliun. (Baca: Menteri Susi Diminta Gandeng Nelayan Awasi Laut)

    Namun, saat ditanya jumlah kekayaan pribadinya, Susi menjawab singkat. "Saya punyanya perusahaan yang banyak," ujarnya sembari menuju ke mobil Toyota Alphard hitam bernomor polisi B-1187-RFS.

    Susi yang datang dengan mengenakan baju berwarna ungu itu mengatakan menemui Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas untuk menyerahkan laporan kekayaan. (Baca: Terpaksa Dandan, Menteri Susi Salahkan Wartawan)

    Sebelumnya, KPK sudah menerima Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dari 14 menteri dan satu wakil menteri. Pada 24 November silam, Menteri Ketenagakerjaan menyerahkan LHKPN kepada KPK. (Baca: Tak Lulus SMA, Menteri Susi Ajari Mahasiswa)

    Juru bicara KPK, Johan Budi, menjelaskan sebelum Hanif, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro dan Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo sudah melaporkan kekayaan mereka. Johan mengimbau para menteri lainnya untuk melaporkan kekayaan.

    "Jika tidak, kami akan surati," ujarnya, Senin, 24 November 2014. Jika LHKPN tak kunjung diterima, KPK akan melapor kepada presiden.

    MARIA YUNIAR

    Baca berita lainnya:
    Misteri Ceceran Duit di Rumah Fuad Amin
    Hitung Duit Fuad Amin, KPK Butuh Waktu Tujuh Hari
    Awas, Nama-nama Berikut Ini Terlarang Digunakan!
    Kena Razia, Pengendara Ajak Duel Polisi
    Hari Ini, Gubernur FPI Blusukan di Ciliwung


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.