Sabtu, 17 November 2018

Hitung Duit Fuad Amin, KPK Butuh Waktu Tujuh Hari

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas KPK memperlihatkan barang bukti uang dari operasi tangkap tangan kasus suap terkait jual beli gas alam pembangkit listrik di Gresik dan Gili Timur, saat jumpa pers di kantor KPK, Jakarta, 2 Desember 2014. Dalam kasus tersebut KPK menangkap Ketua DPRD Bangkalan Fuad Amin. ANTARA/Fanny Octavianus

    Petugas KPK memperlihatkan barang bukti uang dari operasi tangkap tangan kasus suap terkait jual beli gas alam pembangkit listrik di Gresik dan Gili Timur, saat jumpa pers di kantor KPK, Jakarta, 2 Desember 2014. Dalam kasus tersebut KPK menangkap Ketua DPRD Bangkalan Fuad Amin. ANTARA/Fanny Octavianus

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Bangkalan, Jawa Timur, Fuad Amin, saat menerima uang suap untuk proyek minyak dan gas di Madura. Saat menggeledah rumah Fuad, KPK menemukan banyak uang yang diduga hasil suap atau korupsi. (Baca: Misteri Ceceran Duit di Rumah Fuad Amin.)

    Kini, KPK masih menghitung uang barang bukti kejahatan Fuad. Menurut Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, semua uang yang ditemukan KPK dimasukkan ke dalam tiga koper besar. Untuk menghitung uang dalam jumlah besar itu, KPK harus menggunakan mesin. "Kalau dihitung pakai tangan, perlu waktu tujuh hari," kata Bambang, Selasa, 2 Desember 2014. "Proses penghitungan disaksikan pemilik uang."

    KPK menemukan uang-uang itu di sekitar rumah Fuad. Ternyata, banyak lokasi yang dijadikan tempat penyimpanan uang. Bambang mengatakan ada uang yang ditemukan di balik lukisan, ada yang di dalam mobil. Terakhir, KPK menemukan uang Rp 700 juta di dalam mobil ajudan Fuad, yang diduga pemberian dari PT Media Karya Sentosa. (Baca: Selain Suap, Tiga Kasus Ini Bisa Jerat Fuad Amin.)

    KPK menangkap Fuad pada Selasa dinihari, 2 Desember, di rumahnya di Bangkalan. Penangkapan Fuad merupakan rangkaian operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK sehari sebelumnya. KPK menetapkan Fuad sebagai tersangka penerima suap proyek minyak dan gas dari Direktur PT Media Karya Sentosa Antonio Bambang Djatmiko.

    Di gedung KPK, Fuad cuma bisa pasrah. Saat dimintai keterangan oleh wartawan, Fuad mengaku tak bisa berkomentar lagi. Sambil berdiri mematung, dia berbicara pelan. "Saya tawakal saja pada Tuhan Yang Maha Kuasa," kata politikus Partai Gerindra yang pernah menjabat Bupati Bangkalan itu. (Baca: Fuad Amin: Dugaan Ijazah Palsu sampai Suap Migas.)

    MUHAMMAD RIZKI

    Berita Terpopuler
    Gubernur FPI Fahrurrozi Menunggak Iuran Warga
    Hari Ini, Gubernur FPI Batal Blusukan
    Fuad Amin: Dugaan Ijazah Palsu sampai Suap Migas  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.