Indonesia Dukung Reformasi PBB

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah Indonesia sangat mendukung upaya reformasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), khususnya Dewan Keamanan (DK) yang diusulkan Sekjen PBB Kofi Anann. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menunjuk panel khusus untuk menentukan sikap Indonesia terhadap rencana reformasi tersebut. Kita dari dulu selalu aktif dalam berbagai upaya reformasi PBB dimasa lampau," kata Ali Alatas setelah melaporkan tugas-tugasnya selama menjadi utusan khusus Sekretaris Jenderal PBB Kofi Anan kepada Presiden Yudhoyono, Kamis (16/6). Menurut Menteri Luar Negeri RI selama tiga periode itu, saat ini terbangun dua model reformasi DK PBB. Model A mengusulkan adanya tambahan 6 anggota tetap DK, dan menambah sejumlah anggota biasa (tidak tetap), sehingga jumlah total menjadi 24 dari 15 negara anggota. Sedangkan model B, hanya menambah anggota tidak tetap menjadi 8 dengan masa waktu bertugas 4 tahun. "Model B ini dianggap lebih demokratis, memberikan banyak kesempatan kepada negara berkembang untuk ikut, kata Ali. Ia menyebut Jepang, India, Jerman, dan Brasil sebagai negara-negara yang mendukung model A karena berambisi menjadi anggota tetap DK. Sunariah

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.