Sepatu Jokowi Bikin Media Malaysia Terkesan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Presiden Jokowi bersama Wapres Jusuf Kalla saat memimpin Sidang Kabinet Kerja di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, 27 Oktober 2014. Sidang ini merupakan sidang perdana Kabinet Kerja pemerintahan Jokowi-JK. TEMPO/Subekti.

    Presiden Jokowi bersama Wapres Jusuf Kalla saat memimpin Sidang Kabinet Kerja di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, 27 Oktober 2014. Sidang ini merupakan sidang perdana Kabinet Kerja pemerintahan Jokowi-JK. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta: Sepatu Presiden Joko Widodo dan wakilnya, Jusuf Kalla, membuat media Malaysia, The Star, terkesan. Dalam opini berjudul Setting the Right Example, wartawan The Star, Wong Chun Wai, menuliskan kesederhanaan pemimpin Indonesia ini.

    Jokowi dan Jusuf Kalla memilih sepatu buatan Cibaduyut. Kesederhanaan itu ditunjukkan pula oleh First Lady Indonesia, Iriana Widodo, yang menyatakan tak akan mengubah gaya berbusananya meski dia telah menjadi istri Presiden. (Baca: Kapal Diusir, Media Jiran Tuding Jokowi Sekutu AS)

    Hal ini adalah sesuatu yang langka. Kesederhanaan para pemimpin amat dibutuhkan di tengah situasi ekonomi yang kian sulit. "And we certainly will not appreciate the pompous display of extravagance, especially in tough economic times when the people struggle to pay the bills. We also need to cut down on unnecessary practices each time the political elite are in attendance," tulis Wai.

    Saat ini, kata Wai, banyak politikus yang tak lagi berhubungan dengan masyarakat setelah mereka terpilih. "The trouble with most politicians is that they lose the connection with the people after a while. They forget the people who put them in their positions in the first place," tulis Wai. (Baca: Jokowi Diserang Media Malaysia, Ini Pembelaan Susi)

    Wai juga menuliskan bahwa pemimpin yang tak merakyat akan semakin ditinggalkan. "The world has changed. The old ways don’t work anymore because every word and action is being scrutinised in real time, and flashed to the world instantly. (Dunia sudah berubah, cara yang lama tak lagi berlaku sebab setiap kata dan tindakan akan disorot dan tersebar ke seluruh dunia dengan cepat)," tulis Wai. (Baca: Usir Kapal, Kata Media Malaysia Jokowi Alihkan Isu)

    Setiap pemimpin harus bekerja keras untuk rakyatnya. "If not, they will only be remembered for putting their country in the news, for all the wrong reasons," tulis Wai.

    Sebelum dipuji, Jokowi sempat dikecam oleh media online lainnya dari Malaysia, Utusan.com.my. Dalam opini berjudul Maaf Cakap, Inilah Jokowi, media tersebut menuliskan rencana pemerintahan Jokowi menenggelamkan kapal nelayan Malaysia yang menerobos perairan Indonesia adalah hal yang kontroversial. Jokowi dinilai angkuh. Tindakan ini dapat memicu konfrontasi dengan negeri jiran tersebut. (Baca: Media Jiran: Jokowi Pakai Jurus 'Ganyang Malaysia')

    THE STAR | DEWI RINA

    Berita Terpopuler
    Kata Ruhut Soal Saling Sindir Jokowi-SBY
    Pollycarpus Bebas, Allan Nairn Beberkan Data TPF
    5 Celotehan Fadli Zon yang Menuai Hujatan
    Ahok Idolakan Arsenal Karena Warna Kausnya
    Ombudsman: Kurikulum 2013 Membebani Guru dan Siswa


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Pemerintah Longgarkan Aturan Memakai Masker

    Jokowi mengizinkan masyarakat lepas masker di ruang terbuka setelah melihat kondisi pandemi Covid-19 yang memenuhi nilai-nilai tertentu.