Pemerintah Klaim Serius Tuntaskan Kasus Munir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna H. Laoly di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

    Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna H. Laoly di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Yasonna Laoly mengklaim, pemerintah serius dalam penegakkan dan pengungkapan kasus HAM masa lalu. Pernyataan ini disampaikan Yasonna, meski terpidana kasus pembunuhan Munir, Pollycarpus Budihari Priyanto, telah bebas.

    "Pemerintah akan berusaha mencari aktor intelektual," kata Yasonna, di Istana Negara, Ahad, 30 November 2014. Meski demikian, dia tak mengungkapkan langkah apa yang akan diambil pemerintah untuk mengungkap aktor kasus pembunuhan di Pesawat Garuda, sepuluh tahun lalu itu.

    Yasonna juga belum tahu, apakah ada kemungkinan Presiden Joko Widodo membentuk tim khusus pengusutan seluruh kasus HAM masa lalu. "Jangan membabi-buta. Dia (Pollycarpus) sudah menjalankan hukuman," kata Yasona.

    Menurut Yasona, pemerintah tak bisa mengikuti desakan aktivis dan masyarakat untuk mengkaji ulang bebas bersyarat Pollycarpus. Yasonna berjanji, kalau Pollycarpus melanggar hukum, Kementerian Hukum dan HAM akan menariknya kembali ke penjara.

    Pernyataan serupa juga disampaikan Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto. Ia menyatakan, Jokowi tak akan melakukan intervensi terhadap keputusan hukum bagi Pollycarpus. Menurut dia, presiden sudah memahami seluruh proses yang telah dijalani termasuk remisi dan bebas bersyarat. "Semua sudah berjalan sesuai aturan," kata Andi.

    FRANSISCO ROSARIANS

    Topik terhangat: 

    Golkar Pecah |Interpelasi Jokowi | Ritual Seks Kemukus | Susi Pudjiastuti

    Berita terpopuler lainnya:
    Kata Ruhut Soal Saling Sindir Jokowi-SBY
    Pollycarpus Bebas, Allan Nairn Beberkan Data TPF
    Ahok Idolakan Arsenal Karena Warna Kausnya
    Alex Asmasoebrata Bangga Berbesankan Muchdi  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kombatan ISIS asal Indonesia yang Terdeteksi di Suriah dan Irak

    Pada 2017, BNPT memperkirakan seribu lebih WNI tergabung dengan ISIS. Kini, kombatan asal Indonesia itu terdeteksi terserak di Irak dan Suriah.