Kontras Kecam Pembebasan Pollycarpus  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pollycarpus Budihari Priyanto  keluar dari Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, 29 November 2014. Mantan pilot Garuda itu mendapatkan pembebasan bersyarat setelah menjalani delapan tahun masa hukuman dari vonis 14 tahun penjara. TEMPO/Prima Mulia

    Pollycarpus Budihari Priyanto keluar dari Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, 29 November 2014. Mantan pilot Garuda itu mendapatkan pembebasan bersyarat setelah menjalani delapan tahun masa hukuman dari vonis 14 tahun penjara. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) mengecam pembebasan bersyarat Pollycarpus Budihari Prianto, terpidana pembunuhan aktivis HAM Munir Said Talib. "Kami menilai pemberian pembebasan bersyarat tersebut merupakan sinyal bahaya terhadap penuntasan kasus pembunuhan Munir dan perlindungan HAM dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo," kata Kepala Divisi Hak Sipil Politik Kontras Putri Kanesia, Ahad, 30 November 2014.

    Kontras menilai, pembebasan bersyarat Pollycarpus itu menunjukkan sikap pemerintah yang tidak berkomitmen dalam menyelesaikan kasus pelanggaran HAM. Hal itu tampak dalam Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM No. W11.PK.01.05.06-0028 pada 13 November 2014 yang hanya melihat pembebasan itu dari aspek yuridis pemberian hak narapidana. Kemenkumham melewatkan proses penyelesaian kasus Munir yang tak kunjung menangkap otak pelaku pembunuhan. "Penting untuk memastikan bukti, saksi, dan pelaku yang ada, terutama Pollycarpus," kata Putri. (Baca: Pollycarpus Bebas, LBH Ingin Tagih Jokowi)

    Menurut Putri, aktivitas Pollycarpus membuat sabun dan menjadi anggota pramuka selama di penjara belum cukup untuk jadi pertimbangan memberikan pembebasan terhadap pelaku kejahatan kemanusiaan. "Kejahatan Pollycarpus merupakan kejahatan atas kemanusiaan," katanya. (Baca: Dibebaskan, Pollycarpus Tetap Merasa Tak Bersalah)

    Sebelumnya, Pollycarpus telah menghirup udara bebas sejak Jumat, 28 November 2014. Sementara itu, kasus pembunuhan Munir hingga kini masih belum tuntas. (Baca: Siapa Pollycarpus, Eksekutor Pembunuhan Munir?)

    PAMELA SARNIA

    Berita Terpopuler
    Kata Ruhut Soal Saling Sindir Jokowi-SBY
    Pollycarpus Bebas, Allan Nairn Beberkan Data TPF
    5 Celotehan Fadli Zon yang Menuai Hujatan
    Ahok Idolakan Arsenal Karena Warna Kausnya
    Ombudsman: Kurikulum 2013 Membebani Guru dan Siswa


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pro Kontra Kemendikbud Menerapkan Zonasi Sekolah pada PPDB 2019

    Zonasi sekolah di PPDB yang diterapkan Kemendikbud memicu pro dan kontra. Banyak orang tua menganggap sistem ini tak adil dan merugikan calon siswa