Tiga Momen Kedekatan Jokowi dan Menteri Susi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto gabungan Presiden Joko Widodo (kanan) dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. TEMPO/Subekti

    Foto gabungan Presiden Joko Widodo (kanan) dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Berbagai peristiwa yang mendekatkan Presiden Joko Widodo dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Tempo mencatat tiga momentum yang menghubungkan kedekatan antar keduanya. (Menteri Susi Diminta Gandeng Nelayan Awasi Laut)

    Saat kampanye 30 April 2014, Jokowi menyewa pesawat jet Susi Air untuk mengantarnya dari Kalimantan Selatan ke Malang, Jawa Timur. Pesawat yang bermuatan tujuh penumpang itu  biasa digunakan untuk penerbangan perintis ke daerah pelosok. pesawat tersebut adalah milik Menteri Susi. (Terpaksa Dandan, Menteri Susi Salahkan Wartawan)

    Menurut Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto, pesawat itu merupakan bantuan dari pihak ketiga. Catatan bantuan ini dilaporkan sebagai dana kampanye PDI Perjuangan. "Pesawat itu tak sembarangan. Pemilik pesawat menceritakan bagaimana perjuangannya mengekspor ikan, hingga bisa membeli pesawat sendiri," katanya. (Beri Kuliah Umum, Ini Materi Menteri Susi)

    Jokowi memiliki alasan khusus memilih Susi menjadi menteri. Menurut pengakuan Susi, Jokowi membutuhkan orang gila untuk membangun dan memperbaiki kondisi negeri. “Presiden Jokowi bilang, 'Ibu Susi, negeri ini perlu orang gila'. Saya bilang ke dia, 'ya, Bapak mendapat orang gila',” kata Susi dalam wawancara dengan majalah Tempo beberapa waktu lalu. (Pengusaha Dukung Menteri Susi Tenggelamkan Kapal)

    Dua hari setelah menjabat, Susi langsung mengumumkan moratorium pemberian izin untuk kapal penangkap ikan. Ia menilai, angka pencurian ikan di dalam negeri sangat tinggi. (Menteri Susi: Terlalu Lama Kita Memunggungi Laut)

    Pada Rabu, 26 November 2014, Jokowi bersama Susi mengecek kampung nelayan di Pantai Malabero, Kecamatan Teluk Segara, Bengkulu. Susi menceritakan berbagai curhat nelayan yang dirugikan karena banyak kapal yang menangkap ikan dengan trawl atau pukat harimau. (Foto di Akun Palsu Susi Dapat Ribuan "Jempol")

    TIM TEMPO | PUTRI ADITYOWATI

    Terpopuler:
    BBM Naik, Chatib: Alhamdulillah, Benar Sekali
    Kelanjutan Petral Ditentukan Enam Bulan Lagi
    Iklan Mastin Jadi Guyonan, Apa Kata Produsen?
    Lelang Jabatan di ESDM Mulai Awal Desember


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?