KPK: Kalau Saham BCA Anjlok, Itu Risiko

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bambang Widjojanto mengatakan jika saham PT Bank Central Asia anjlok gara-gara terseret kasus dugaan korupsi yang menjerat bekas Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Hadi Poernomo sebagai tersangka, maka itu merupakan risiko yang harus diterima. Ini peringatan supaya korporasi swasta tak 'main-main' dalam menjalankan bisnisnya.

    "Terus gara-gara itu (anjlok), kami harus menjual reputasi, kan gila. Enggak lah," kata Bambang di Hotel Le Meridien, Jakarta, Selasa, 26 November 2014. (Baca: Skandal Pajak Hadi Poernomo, KPK Endus Peran BCA)

    Bambang menyebut pergeseran saham korporasi karena kasus korupsi bisa saja terjadi. Menurut Bambang, hal yang sama bisa berlaku untuk PT Sentul City yang menurut dia mengalami penurunan saham karena bosnya, Cahyadi Kumala, jadi tersangka penyuap Bupati Bogor Rachmat Yasin.

    Sedangkan BCA terseret kasus dugaan korupsi yang diduga dilakukan Hadi Poernomo. Hadi, ketika menjadi Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan pada 2003, mengabulkan permohonan keberatan pajak BCA. Sehingga, BCA tak membayar Rp 375 miliar ke negara. KPK menganggap itu sebagai kerugian negara. (Baca juga: KPK Tetapkan Hadi Poernomo sebagai Tersangka)

    Wakil Ketua KPK yang lain, Busyro Muqoddas, membantah lembaganya merahasiakan nama-nama saksi yang dipanggil terkait dengan kasus BCA dengan alasan agar saham bank tersebut tak jatuh. "Setahu saya tidak begitu," katanya. "Terlalu rendah kalau KPK dituduh seperti itu," kata Busyro di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Senin, 25 November 2014.

    LINDA TRIANITA | MUHAMAD RIZKI

    Topik Terhangat
    Paloh, Jokowi & Sonangol | Interpelasi Jokowi | Ritual Seks Kemukus | Susi Pudjiastuti | Golkar Pecah

    Berita Terpopuler
    3 'Dosa' Berat yang Membelit Ical
    Usai Dikudeta, Ical Bertemu Prabowo
    Ricuh Partai Golkar, Muladi: Pemecatan Ical Sah
    Muladi Keluar dari Munas Golkar Tandingan
    Jokowi Kian Jauh Tinggalkan Obama di Polling Time


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cegah Covid-19, Kenali Masker Kain, Bedah, N95, dan Respirator

    Seorang dokter spesialis paru RSUP Persahabatan membenarkan efektifitas masker untuk menangkal Covid-19. Tiap jenis masker memiliki karakter berbeda.