Tren Koruptor Bergeser ke Ibu-ibu dan PNS Muda  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Stereotip koruptor adalah laki-laki dengan usia paruh baya sudah bergeser. Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Dedi A Rahim mengatakan, sekarang, pola korupsi melibatkan pegawai negeri sipil (PNS) berusia muda dan ibu-ibu.

    "Jadi sudah tak lagi mempertahankan steorotip bahwa perilaku korupsi kebanyakan kaum paruh baya, seperti PNS yang mendekati masa pensiun," kata Dedi dalam diskusi Pencegahan Korupsi Berbasis Rumah Tangga di Taman Pintar Yogyakarta, Senin, 24 November 2014.

    Dedi menuturkan banyaknya PNS usia muda yang terjerat korupsi ini ditandai dengan terungkapnya kasus mafia pajak Gayus Tambunan pada 2010. "Saat ditangkap, usia Gayus baru 31 tahun," kata Dedi.

    Menurut dia, setelah kasus Gayus terungkap, kalangan muda yang terjerat kasus korupsi makin banyak. Dedi mencontohkan anggota DPR dari Partai Demokrat Angelina Sondakh yang ditangkap saat berusia 35 tahun dalam kasus korupsi wisma atlet.

    Selain itu, koruptor sekarang bukan hanya dari kalangan pria karena dorongan sebagai tulang punggung keluarga. "Ibu-ibu yang terjerat korupsi juga semakin banyak," ujar Dedi. KPK justru melihat peran ibu-ibu yang terdorong korupsi ini biasanya segaris dengan gaya hidupnya yang mewah.

    Dedi mencontohkan kalangan ibu-ibu pelaku korupsi yang ditahan, seperti Nunun Nurbaeti dalam kasus suap pemilihan Deputi Senior Bank Indonesia, Miranda Gultom. Ada pula Gubernur Banten (nonaktif), Ratu Atut Chosiyah.

    Kini, jejaring korupsi juga berkembang dengan melibatkan keluarga atau kerabat. "Pasangan terikat hubungan darah atau hubungan keluarga semakin marak yang bersama terlibat korupsi, tidak ada lagi rasa sungkan melakukan kejahatan bersama," kata Dedi.

    Yang terbaru, misalnya kasus pemerasan yang dilakukan Bupati Karawang Ade Swara dan istrinya Nurlatifah di tengah ramai kampanye pemilihan presiden Juli 2014 lalu. Kasus korupsi keluarga ini melengkapi daftar suami istri yang terlibat korupsi sebelumnya, seperti mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin dan istrinya Neneng Sri Wahyuni (kasus wisma atlet) juga Wali Kota Palembang Romi Herton dan istrinya Masyitoh yang menyuap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar.

    "Bapak anak korupsi bersama juga ada," kata Dedi. Misalnya, mantan anggota komisi VII DPR Fraksi Partai Golkar Zulkarnaen Djabar dan anaknya Dendi Prasetia Zulkarnaen Putra dalam pengadaan Al-quran.

    PRIBADI WICAKSONO

    Topik terhangat:

    Paloh, Jokowi & Sonangol
    | Interpelasi Jokowi | Banjir Jakarta | Susi Pudjiastuti

    Berita terpopuler lainnya:
    Salip Paus, Jokowi Masuk 10 Besar Voting TIME

    Pengamat: Jokowi seperti Sinterklas

    Jokowi atau Prabowo Presiden, BBM Tetap Naik 

    Pimpinan DPR Ini Tak Mau Teken Interpelasi Jokowi 

    Pembunuh Sri, Jean Alter Incar Tante Kesepian?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.