Merasa Tak Kondusif, Aburizal Tutup Pleno  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketum Partai Golkar Aburizal Bakrie, bersama Ketua DPD I Golkar Banten Tatu Chasanah (kanan) dan Pelaksana Tugas Ketua Golkar Sulbar Nurdin Halid (tengah), beri keterangan usai pertemuan dengan pimpinan DPD I Golkar se-Indonesia, di rumah kediaman, Jalan Ki Mangunsarkoro, Jakarta, 25 Agustus 2014. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketum Partai Golkar Aburizal Bakrie, bersama Ketua DPD I Golkar Banten Tatu Chasanah (kanan) dan Pelaksana Tugas Ketua Golkar Sulbar Nurdin Halid (tengah), beri keterangan usai pertemuan dengan pimpinan DPD I Golkar se-Indonesia, di rumah kediaman, Jalan Ki Mangunsarkoro, Jakarta, 25 Agustus 2014. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Aburizal Bakrie hadir kembali ke ruang sidang pada pukul 20.00 WIB setelah rapat pleno diskors sejak pukul 18.00 WIB. Aburizal merasa tidak nyaman lantaran ratusan anggota Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) telah merangsek masuk ke dalam ruang sidang.

    "Karena situasi yang tidak kondusif, saya menutup rapat ini," kata Aburizal di ruang sidang di kantor DPP Golkar, Slipi, Senin, 24 November 2014. (Baca: Rapat Pleno Golkar Ricuh Diserbu Massa)

    Aburizal tidak berkomentar sedikit pun saat ditanyai alasan menutup rapat. Aburizal langsung menuju mobilnya dan bergegas meluncur meninggalkan kantor DPP Golkar.

    Sebagian peserta rapat menerima, ada pula yang menolak. Mereka yang kecewa karena Aburizal memutuskan sepihak ingin Wakil Ketua Umum Agung Laksono melanjutkan memimpin rapat. Namun Agung menolak.

    "Mari jaga keutuhan partai. Mari berjuang lagi besok. Sekarang kita kembali ke rumah masing-masing," kata Agung. (Baca: Agun Pertanyakan Percepatan Munas Golkar)

    Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Golkar yang juga calon ketua umum Agung Laksono menyesalkan ratusan anggota Angkatan Muda Partai Golkar yang merangsek masuk ke forum pleno DPP. Namun Agung tidak mau menyalahkan AMPG karena menurut dia organisasi itu juga merasakan ada pemaksaan dari Aburizal Bakrie.

    "Sebagai orang dalam partai, mereka juga merasa ada yang tak wajar dalam waktu pelaksanaan munas," kata Agung. "Saya harap mereka tenang."

    Agung mengatakan rapat berlangsung alot menentukan tanggal munas. Banyak anggota DPP yang bertanya kepada Aburizal mengapa tidak meyakinkan pengurus daerah agar perhelatan munas dilakukan pada Januari 2015.

    Agung justru curiga karena tidak satu pun DPD provinsi berbeda suara mendukung selain munas pada 30 November. "Mereka seperti koor. Kami mencium ada sesuatu."

    MUHAMMAD MUHYIDDIN



    Berita Terpopuler
    Warga Singapura Memuji Jokowi Presiden Masa Depan
    Pengamat: Jokowi seperti Sinterklas
    Jokowi atau Prabowo Presiden, BBM Tetap Naik
    Salip Paus, Jokowi Masuk 10 Besar Voting TIME


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.