Anies Beberkan Cara Memuliakan Guru  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah, Anies Baswedan mengikuti rapat kerja bersama komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD), di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Selatan, Rabu, 19 November 2014. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah, Anies Baswedan mengikuti rapat kerja bersama komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD), di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Selatan, Rabu, 19 November 2014. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan mengajak masyarakat ikut meningkatkan kesejahteraan guru. "Mari kita bersama membantu mengurangi beban hidup guru," dalam konferensi pers di kantornya, Senayan, Jakarta Selatan, pada Senin, 24 November 2014. (Baca: Ini Reaksi Guru atas Kurikulum 2013)

    Pemerintah, kata Anies, bertugas meningkatkan pendidikan guru. Sementara itu, masyarakat dapat membantu mengurangi pengeluaran guru. "Apa yang sudah kita lakukan untuk guru?" (Baca: Peringati Hari Guru, Anies Baswedan Selfie Bareng Ibu Guru)

    Anies mengajak masyarakat dari berbagai profesi bisa ikut membantu. "Jika Anda adalah pemilik unit usaha dan ada guru yang datang berbelanja di tempat Anda, berilah dia potongan harga. Jika Anda adalah pemilik toko buku, berilah discount. Jika Anda adalah pemilik bengkel, berilah dia slot lebih awal."

    Anies mengatakan tindakan turun tangan dari masyarakat ini merupakan bagian dari upaya memuliakan guru. Pemuliaan guru dilakukan dengan menempatkan guru pada posisi terhormat.

    PAMELA SARNIA

    Berita terpopuler lainnya:
    Ahok 'Tebus Dosa' ke Ridwan Kamil Rp 125 Juta
    Jean Alter: Sri Wahyuni Saya Cekik Sampai Mati
    Kata Susi, Ini Kebodohan Indonesia di Sektor Laut
    Indonesia Juara MTQ Internasional di Mekah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.