Jaksa Agung Bantah Jadi Titipan Surya Paloh  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Surya Paloh. TEMPO/Frannoto

    Surya Paloh. TEMPO/Frannoto

    TEMPO.CO, Jakarta - Jaksa Agung baru, Prasetyo, menegaskan bahwa dirinya bukanlah jaksa titipan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. "Dan sama sekali tak ada pesan dari beliau untuk saya," ujar Prasetyo di Kejaksaan Agung, Senin, 24 November 2014. (Baca: Surya Paloh Cerita Asal Mula Jokowi Pilih Prasetyo)

    Sebelum menjadi jaksa agung, Prasetyo yang lahir di Tuban adalah anggota DPR dari Fraksi Partai NasDem. Ia bergabung dengan NasDem sejak partai tersebut masih berupa ormas. (Baca: KPK Tak Dilibatkan dalam Penunjukan Jaksa Agung)

    Prasetyo yakin bahwa Surya Paloh tidak akan mengintervensi kerjanya di Kejaksaan Agung. Menurut ia, Surya Paloh bukanlah figur seperti itu. "Beliau juga tidak minta untuk di-backup," ujarnya. Prasetyo pun menegaskan bahwa dirinya tidak akan segan menindak orang-orang NasDem apabila mereka terjerat kasus dan terbukti salah.

    Terkait dengan kasus PT Citra Graha Nusantara yang melibatkan Surya Paloh, Prasetyo mengaku belum tahu banyak soal kasus itu. Menurut dia, Surya Paloh tidak ada kaitan dalam kasus itu. (Baca: Surya Paloh Ingin Kejaksaan Lebih Kuat dari KPK)

    Ditanyai kenapa dirinya menemui Surya Paloh sebelum menjadi jaksa agung, Prasetyo mengatakan hal itu untuk pamitan saja. "Seperti kamu ketemu sama pemred kamu, tidak ada masalah kan," ujarnya. (Baca: NasDem Bantah Surya Paloh Intervensi Jaksa Agung)

    Secara terpisah, mantan Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh mengatakan Prasetyo harus bisa membuktikan ucapannya. Banyaknya keraguan terhadap Prasetyo, menurut Abdul, adalah tantangan yang tepat bagi Prasetyo untuk menjawab keraguan itu. "Tapi saya akui, tekanan ke dia pasti akan banyak dari politik." (Baca: Jaksa Agung Prasetyo Ditantang Buka Kasus SP3)

    Hal senada diucapkan oleh mantan Direktur Penyidikan Khusus Chairul Imam. Menurut ia, Prasetyo harus segera menunjukkan sikap tak mudah diintervensi untuk menjawab keraguan masyarakat. "Dia itu kan jaksa, seharusnya dia paham harus bertindak seperti apa." (Baca: Paloh Minta Publik Tak Hakimi Jaksa Agung Prasetyo)

    ISTMAN M.P.

    Berita Terpopuler:
    Salip Paus, Jokowi Masuk 10 Besar Voting TIME
    Pengamat: Jokowi seperti Sinterklas
    Jokowi atau Prabowo Presiden, BBM Tetap Naik


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.