Prasetyo Tak Dikenal Kepala Daerah di Kampungnya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jaksa Agung Prasetyo mengikuti acara pelantikan dirinya oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, 20 November 2014. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Jaksa Agung Prasetyo mengikuti acara pelantikan dirinya oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, 20 November 2014. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Tuban - Wakil Bupati Tuban Noor Nahar Hussein mengaku belum begitu mengenal sosok Jaksa Agung Prasetyo. Dia baru tahu dari media massa bahwa Jaksa Agung yang baru dilantik Presiden Joko Widodo itu berasal dari Kabupaten Tuban.

    “Saya sendiri terus terang belum mengenal beliau (Prasetyo),” kata Noor Nahar, Jumat, 21 November 2014. (Baca juga: Prasetyo Tak Dikenal Politisi NasDem di Kampungnya)

    Presiden Joko Widodo menunjuk Prasetyo sebagai Jaksa Agung menggantikan pejabat lama, Basrief Arief, Kamis, 20 November 2014. Prasetyo adalah bekas politikus Partai NasDem. Sebelumnya, ia pernah menjabat Jaksa Agung Muda Pidana Umum. (Baca:Tantangan Jaksa Agung Baru, Berantas Mafia)

    Noor Nahar mengatakan, dari segi usia, dia dengan Jaksa Agung Prasetyo terpaut sekitar 17 tahun. Prasetyo berusia 67 tahun, sedangkan Noor Nahar 50 tahun. Dengan jarak itu, kata dia, wajar jika kemudian sosok dan cerita seputar Prasetyo tidak dia ketahui.  (Baca: Politikus NasDem Jadi Jaksa Agung, Aktivis Berduka)

    Noor Nahar pun tidak tahu apakah Prasetyo pernah mengenyam pendidikan di Tuban atau tidak. Menurut dia, ada kemungkinan Prasetyo lama tinggal di luar Tuban sebelum berkarier di kejaksaan. “Ya, belum banyak kenal,” kata alumnus Institut Pertanian Bogor itu. (Baca juga: Prasetyo Janji Bereskan Masalah Internal Kejaksaan) 

    SUJATMIKO

    Berita lain:
    Moratorium Izin Penyelenggara Umrah Diberlakukan
    PNS Era Jokowi Harus Siap Transfer Antarkota Antarprovinsi
    Kenali 7 Tanda Wanita Mabuk Kepayang pada Pria

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.