Istana: Prasetyo Dipilih karena Kebutuhan Hukum  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Tim Transisi pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, Rini Soemarno (tengah) didampingi Deputi Tim Transisi Andi Widjajanto (kiri) dan Direktur Penelitian dan Pengembangan KPK Roni Dwi Susanto keluar usai melakukan koordinasi di gedung KPK, Jakarta, Jumat 26 September 2014. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ketua Tim Transisi pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, Rini Soemarno (tengah) didampingi Deputi Tim Transisi Andi Widjajanto (kiri) dan Direktur Penelitian dan Pengembangan KPK Roni Dwi Susanto keluar usai melakukan koordinasi di gedung KPK, Jakarta, Jumat 26 September 2014. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta: Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto mengatakan Presiden Joko Widodo memilih H.M. Prasetyo menjadi Jaksa Agung karena Prasetyo merupakan sosok terbaik yang bisa dipilih untuk memimpin Korps Adhyaksa.

    "Pak Prasetyo ditunjuk oleh Presiden dalam konteks politik dan kebutuhan hukum yang ada," kata Andi di gedung Bina Graha, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 21 November 2014. (Baca: Jaksa Agung Prasetyo Siap Diperika KPK)

    Jokowi, menurut Andi, menganggap Prasetyo sebagai sosok yang tepat untuk menjadi Jaksa Agung lantaran Prasetyo memiliki pengalaman bertugas sebagai Jaksa Agung Muda Pidana Umum dan memahami internal Kejaksaan. "Pak Prasetyo kemudian meninggalkan Kejaksaan Agung beberapa tahun dan menjadi orang di luar yang mengasah kepemimpinan individual di partai politik."

    Andi mengatakan interaksi personal antara Jokowi dan Prasetyo telah terjadi sejak masa kampanye pemilihan presiden lalu. Berdasarkan interaksi ini, kata Andi, kepercayaan antara keduanya muncul. "Itulah yang akhirnya membuat Presiden memilih sosok Pak Prasetyo sebagai Jaksa Agung," kata Andi. (Baca: Soal Jaksa Agung, Mahfud Md. Kritik Jokowi)

    Kemarin, Jokowi telah resmi melantik Prasetyo menjadi Jaksa Agung. Keputusan Presiden atas pengangkatan Prasetyo diteken Jokowi pada Kamis pagi, 20 November 2014. Sore harinya, Jokowi langsung melantik Prasetyo. Acara pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pukul 15.30 WIB. (Baca: Paloh Minta Publik Tak Hakimi Jaksa Agung Prasetyo)

    Pemilihan Prasetyo menuai kritik lantaran Prasetyo sebelumnya merupakan politikus Partai NasDem yang menjadi anggota DPR periode 2014-2019. Prasetyo tak sepenuhnya politikus. Sebelum menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Prasetyo juga seorang jaksa. Ia pernah menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Pidana Umum tahun 2005-2006 serta pernah menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan.

    Selama menjadi jaksa, tidak ada rekam jejak yang menonjol dari pria yang diusung oleh Ketua Umum NasDem Surya Paloh itu. Hal ini membuat kompetensi Prasetyo diragukan oleh lembaga-lembaga antikorupsi, seperti Indonesia Corruption Watch.

    PRIHANDOKO

    Terpopuler
    Deklarasi KMP: Turunkan Jokowi, Ganti Prabowo
    Bentrok TNI Vs Polri, Peluru di Dada Korban Lebur
    Alasan Jokowi Pakai Pesawat Ekonomi ke Wisuda Anak
    Alasan Jokowi Pilih Prasetyo Jadi Jaksa Agung


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.