KPK Siap Kerja Sama dengan Jaksa Agung Prasetyo

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, (ki-ka) Busyro Muqoddas, Adnan Pandu Praja, Zulkarnain dan Bambang Widjojanto berbincang dengan wartawan dalam rangka Halalbihalal di gedung KPK, Jakarta, 4 Agustus 2014. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, (ki-ka) Busyro Muqoddas, Adnan Pandu Praja, Zulkarnain dan Bambang Widjojanto berbincang dengan wartawan dalam rangka Halalbihalal di gedung KPK, Jakarta, 4 Agustus 2014. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Adnan Pandu Praja menyambut positif keinginan Jaksa Agung yang baru terpilih M. Prasetyo ihwal keinginannya menjalin kerja sama antar lembaga penegak hukum. "Kami sangat welcome. Mari bersinergi dengan KPK berantas korupsi dengan cara-cara luar biasa," kata Pandu melalui pesan singkat, Jumat, 21 November 2014.

    Cara-cara tersebut, ujar Pandu, bisa dengan memberi target kinerja bawahan yang dilipatgandakan. Pandu mencontohkan bila semula satu kasus korupsi tiap bulan, ditingkatkan menjadi tiga kali lipat. "Hukuman juga diancam setinggi-tingginya," kata Pandu. (Baca:Pilih Jaksa Agung, Jokowi Minta Pertimbangan Paloh  )

    Wakil Ketua KPK Zulkarnain juga menyambut positif tawaran kerja sama dari Prasetyo. "Bagus kerja sama sesama penegak hukum, lebih substantif, transparan dan dinamis."

    Sebelumnya, Prasetyo berjanji akan memperbaiki semua kekurangan yang ada pada Kejaksaan Agung. Salah satunya, memulai hubungan baik dengan KPK. (Baca: Soal Jaksa Agung, Mahfud Md. Kritik Jokowi)

    Hubungan antara KPK dan Kejaksaan Agung sempat renggang dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu pemicunya, yakni KPK pernah menangkap jaksa Urip Tri Gunawan, Ketua Tim Jaksa Penyelidik Kasus BLBI. Urip tertangkap tangan saat menerima uang dari pengusaha Artalita Suryani.

    Ihwal banyak yang mempermasalahkan pengangkatan Prasetyo sebagai Jaksa Agung karena rekam jejaknya tidak terlalu bagus, Zukarnain enggan berkomentar. "Jangan tanya saya, tanya pada yang mengusulkan dan yang mengangkat," kata Zulkarnain.

    Penunjukkan Prasetyo sebagai Jaksa Agung juga dipermasalahkan banyak pihak. Sebabnya, Prasetyo yang merupakan politikus NasDem itu dikhawatirkan sarat kepentingan politik dengan Ketua Umum partai tersebut, Surya Paloh.

    Sebelum menjadi anggota DPR periode 2014-2019, Prasetyo juga seorang jaksa. Prasetyo pernah menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Pidana Umum tahun 2005-2006 serta pernah menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan. Selama menjadi jaksa, tak ada prestasi yang menonjol dari Prasetyo.

    LINDA TRIANITA




    Terpopuler

    Deklarasi KMP: Turunkan Jokowi, Ganti Prabowo
    Bentrok TNI Vs Polri, Peluru di Dada Korban Lebur
    Alasan Jokowi Pakai Pesawat Ekonomi ke Wisuda Anak
    Alasan Jokowi Pilih Prasetyo Jadi Jaksa Agung


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.