Setelah Risma, Ahok dan Ganjar Diusik Prostitusi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Area parkir di tengah kawasan lokalisasi Dolly, Surabaya, Jawa Timur (26/5). Banyaknya warga yang menggantungkan hidupnya dari geliat industri esek esek ini membuat rencana penutupan lokalisasi Dolly dan Jarak, dapatkan protes keras dari warga dan pemilik wisma. TEMPO/Fully Syafi

    Area parkir di tengah kawasan lokalisasi Dolly, Surabaya, Jawa Timur (26/5). Banyaknya warga yang menggantungkan hidupnya dari geliat industri esek esek ini membuat rencana penutupan lokalisasi Dolly dan Jarak, dapatkan protes keras dari warga dan pemilik wisma. TEMPO/Fully Syafi

    Tantangan Ahok Soal Lokalisasi Kali Jodo

    Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok berencana menggusur Lokalisasi Kali Jodo di Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Termasuk permukiman liar yang ada di daerah itu akan digusur. “Iya kami mau bersihin pelan-pelan. Pasti,” ujar Ahok, saat masih menjabat Wakil Gubernur, di Taman Kota Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu. 27 September 2014.

    Ahok mengatakan rencana tersebut pasti bakal mendapatkan penolakan dari masyarakat. Namun, ia tetap akan melakukan penggusuran. “Pasti ada resistensi, tapi itu wajar. Pokoknya harus pindah,” katanya. (Baca: Ahok Gusur Kali Jodo, Warga: Hadapi Dulu Kami)

    Ia mengatakan rencana penggusuran akan dilakukan jika Rumah Susun Daan Mogot, Jakarta Barat, untuk warga Kali Jodo sudah siap. Menurut dia, akan lebih enak tinggal di rusun yang disediakan pemerintah ketimbang tinggal di permukiman liar atau Lokalisasi Kali Jodo. Di rusun, warga sudah mendapatkan pelbagai macam fasilitas dengan harga sewa yang relatif murah. “Lebih baik menyewa rumah susun, hanya Rp 300-400 ribu sudah ada gas, PAM, dan segala macam,” katanya.

    Salah seorang warga yang biasa disapa Daeng, menolak keras rencana pemerintah itu. “Enggak gampang gusur-gusur, kalau mau gusur harus berurusan dulu dengan penguasa di sini,” ujar pria asal Makassar, Sulawesi Selatan.

    Daeng memastikan warga Kali Jodo semua menolak rencana tersebut. Namun, jika pemerintah tetap menggusur, ia tak bisa berbuat apa-apa. Hanya saja ia ingin mendapatkan ganti rugi dari tanah yang ia diami saat ini. Dan ia mengklaim semua tanah di Kali Jodo sudah bersertifikat. “Kami minta ganti ruginya tidak sesuai nilai jual objek pajak yang ditetapkan pemerintah. Karena yang ditetapkan pemerintah itu murah,” ujar pria yang sudah 20 tahun tinggal di Kali Jodo itu. (Baca: Warga Kalijodo Mau Dipindah ke Rusun, Asal ...)

    Lokalisasi Kali Jodo terletak di pinggir Kanal Banjir Barat. Ada tiga ribu warga berada di rumah-rumah semi permanen berjejeran di sepanjang kanal yang dibangun pemerintah Belanda tersebut. Rumah tersebut biasa digunakan para lelaki hidung belang untuk berkencan. Kebanyakan rumah terpasang banner pelbagai merek minuman keras. Warga tersebar di sembilan RT dan satu RW. Lokalisasi Kali Jodo ada sejak tahun 1930. Pemerintah pernah menertibkan lokalisasi itu sekitar tahun 1990. Namun, penertiban tak berhasil. Lokalisasi itu tetap hidup.

    ERWAN HERMAWAN

    Selanjutnya: Gunung Kemukus yang Mendunia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.