Kata Juru Kunci Soal Ritual Persetubuhan Gunung Kemukus

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua peziarah terlihat bercengkrama di situs ziarah Gunung Kemukus di Jawa Tengah. Lokasi ini terkenal dengan kepercayaan ritual hubungan bebas selama tujuh hari berturut-turut untuk mendapatkan keberkahan. Dailymail.co.uk

    Dua peziarah terlihat bercengkrama di situs ziarah Gunung Kemukus di Jawa Tengah. Lokasi ini terkenal dengan kepercayaan ritual hubungan bebas selama tujuh hari berturut-turut untuk mendapatkan keberkahan. Dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Kawasan Gunung Kemukus di Desa Sumber Lawang, Kecamatan Sumber Lawang, Sragen, Jawa Tengah, tengah menjadi sorotan dunia. Penyebabnya tayangan sebuah media Australia, SBS, tentang aktivitas persetubuhan di Gunung Kemukus di antara para peziarah.

    Media tersebut menceritakan bahwa peziarah harus menjalani ritual, yaitu berhubungan intim dengan yang bukan pasangannya agar mendapatkan berkah dari Pangeran Samudra yang dimakamkan di bukit Kemukus. (Baca: Wakil Gubernur Belum Tahu Ritual Persetubuhan di Kemukus)

    Tempo mencoba menelusuri cerita itu dengan mendatangi bukit Kemukus, Jumat, 21 November 2014. Menurut penuturan salah seorang penjaga makam, Wandi, sudah berkembang versi keliru tentang tata cara ritual.

    "Kalau bertanya ke deretan warung di sekitar makam, pasti dijawab prosesi ritual harus berhubungan intim dengan yang bukan pasangannya. Lalu memberi sesaji dan diakhiri berdoa di makam," kata Wandi. (Baca: Media Australia Sorot Ziarah Gunung Kemukus)

    Padahal sejatinya tidak pernah ada tuntunan seperti itu. Peziarah cukup datang dan langsung menuju ke makam. Setelah menyampaikan maksud dan tujuan berziarah, lalu dipersilakan masuk ke dalam ruangan tempat Pangeran Samudra dan ibu tirinya, Ontrowulan. "Selain itu tidak ada ritual lainnya lagi. Hanya berziarah di makam," dia menegaskan.

    Karena itu dia menyayangkan masih ada peziarah yang tertipu dengan informasi salah dari para pemilik warung. Menurutnya pemilik warung melakukan hal itu hanya agar mendapat penghasilan tambahan dari peziarah yang menginap.

    UKKY PRIMARTANTYO

    Berita Lain
    Deklarasi KMP: Turunkan Jokowi, Ganti Prabowo
    Alasan Jokowi Pakai Pesawat Ekonomi ke Wisuda Anak
    Alasan Jokowi Pilih Prasetyo Jadi Jaksa Agung
    Gara-gara BPJS, Asuransi Rugi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.